PALU,netiz.id – Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup International Paragliding Cross Country (IPXC) 1st Series Salena 2026 resmi digelar di Bukit Salena, Kota Palu, Sabtu (25/04/26). Ajang bergengsi ini diikuti oleh 74 peserta, termasuk atlet mancanegara dari tujuh negara, sekaligus menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tengah dalam memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Moh Husain Pakaya, secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Dalam sambutan tertulis gubernur yang dibacakan, disebutkan bahwa olahraga paralayang terus berkembang pesat di Indonesia, khususnya di daerah yang memiliki potensi geografis seperti Sulawesi Tengah.
Dengan kondisi alam berupa pegunungan dan tebing curam yang mendukung, Sulawesi Tengah dinilai sangat ideal untuk pengembangan olahraga dirgantara. Menurut gubernur, pelaksanaan IPXC 1st Series Salena 2026 menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang berskala internasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Tengah, khususnya Puncak Salena, sebagai destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional,” demikian isi sambutan gubernur.
Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, mengatakan kejuaraan ini menjadi bukti bahwa atlet paralayang Sulawesi Tengah mampu bersaing di level internasional. Ia juga menyoroti prestasi sebelumnya, di mana Sulawesi Tengah berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
“Paralayang kini menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulawesi Tengah. Ke depan, kami optimistis prestasi akan terus meningkat dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat dunia,” ujarnya.
Kejuaraan ini menghadirkan atlet dari tujuh negara seperti Singapura, China, Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari 11 provinsi di Indonesia. Kehadiran para atlet internasional ini diyakini semakin memperkuat promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor sport tourism.
Ketua Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, menjelaskan bahwa ajang ini juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet lokal.
“Selain meningkatkan prestasi, kejuaraan ini juga memperkuat promosi pariwisata dirgantara di kawasan Salena,” katanya.
Melalui kejuaraan internasional ini, Sulawesi Tengah tidak hanya mempertegas eksistensinya dalam olahraga paralayang, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata olahraga di tingkat global. (KB/*)






