Rabu, 22 April 2026

Harga Cabai Rawit di Palu Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Pedagang Prediksi Naik Lagi

Pasar Inpres Manonda Palu
Pedagang menimbang cabai rawit di Pasar Inpres Palu, Selasa (31/03/26). FOTO: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id — Harga cabai rawit kecil di Pasar Inpres Manonda Kota Palu terus mengalami kenaikan dan membuat masyarakat mengeluh. Tingginya permintaan dari luar daerah disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga komoditas dapur tersebut.

Pada Selasa (31/03/26), harga cabai rawit kecil di Pasar Inpres Manonda Palu tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Inpres Manonda Palu mengatakan, tingginya permintaan dari daerah lain, terutama Kalimantan, membuat stok cabai rawit di Palu semakin berkurang. Akibatnya, pasokan di tingkat pedagang menjadi terbatas dan harga terus merangkak naik.

“Permintaan dari luar daerah tinggi, terutama dari Kalimantan. Stok di sini jadi berkurang, makanya harga cabai naik,” ujar seorang pedagang.

Pedagang bahkan memprediksi harga cabai rawit masih berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan. Jika stok semakin menipis, harga cabai rawit diperkirakan bisa menembus Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit ini bukan yang pertama kali terjadi. Sehari pasca Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Inpres Palu bahkan sempat mencapai Rp150 ribu per kilogram sebelum akhirnya turun ke angka Rp70 ribu per kilogram.

Tidak hanya cabai rawit, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga. Tomat saat ini dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai Rp50 ribu per kilogram.

Salah seorang pembeli bernama Rahma mengaku terpaksa tetap membeli meski harga kebutuhan dapur terus naik. Menurutnya, cabai, tomat, dan bawang merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap hari di rumah.

“Memang mahal sekali sekarang, tapi mau bagaimana lagi, tetap harus dibeli karena itu kebutuhan dapur,” katanya. (KB)