Rabu, 29 Juli 2026

OTT KPK 2026 Jerat 12 Kepala Daerah, Jawa Tengah Paling Banyak

OTT KPK 2026

JAKARTA, NETIZ – Komisi Pemberantasan Korupsi () mencatatkan lonjakan penindakan melalui OTT KPK 2026 dengan menjaring 12 kepala daerah selama periode Januari hingga Juli. Total sebanyak 17 operasi tangkap tangan dilakukan untuk membongkar berbagai modus korupsi mulai dari jabatan hingga pemerasan organisasi perangkat daerah. Penangkapan terbaru menyasar Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada 28/07.

Fenomena OTT KPK 2026 ini menunjukkan tren korupsi kepala daerah masih didominasi oleh penyalahgunaan wewenang dalam pengaturan . Komisi Pemberantasan Korupsi menyita beragam barang bukti mulai dari uang tunai rupiah hingga kendaraan mewah. Jawa Tengah menjadi wilayah yang paling sering menjadi sasaran operasi dengan lima bupati yang terjaring dalam waktu tujuh bulan.

“Benar,” kata Fitroh Rohcahyanto, Wakil Ketua KPK.

“Tadi malam rekan-rekan dari KPK ada kegiatan di Pemalang. Sampai sekarang masih proses pemeriksaan,” kata AKBP Rendy Setia Permana, Kapolres Pemalang.

Salah satu kasus dengan nilai barang bukti fantastis terjadi dalam OTT KPK 2026 terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Penyidik menemukan uang tunai dan 25 keping emas dengan total nilai mencapai Rp21,2 miliar terkait pemotongan insentif pajak ASN. Di daerah lain, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq diduga memonopoli proyek outsourcing senilai Rp46 miliar yang menguntungkan pihak keluarga.

Modus jual beli jabatan juga kembali mencuat seperti yang menyeret Bupati Pati Sudewo dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby melalui rangkaian OTT KPK 2026. Suhardiman diduga menerima suap berupa satu unit mobil mewah senilai Rp2,05 miliar sebagai imbalan jabatan Sekretaris Daerah. Rentetan operasi senyap ini menegaskan komitmen lembaga antirasuah dalam membersihkan birokrasi di tingkat daerah dari praktik pungutan liar dan suap proyek.