SEOUL, NETIZ – Indeks KOSPI Korea Selatan mengalami terjun bebas sebesar 9,41 persen ke level 6.119,91 poin pada perdagangan Selasa (28/07) akibat aksi jual masif saham sektor semikonduktor. Penurunan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap persaingan chip dari Tiongkok dan risiko pembiayaan proyek kecerdasan buatan atau AI.
Bursa Korea Exchange mencatat penurunan indeks sebesar 635,84 poin dari penutupan sebelumnya di level 6.755,75. Volume perdagangan mencapai 134,95 juta saham dengan rentang harian berada di posisi 6.119,91 hingga 6.413,57. Saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi kontributor utama yang menyeret turun KOSPI Korea Selatan.
Pelemahan ini memaksa otoritas Korea Exchange mengaktifkan mekanisme sidecar trading curbs untuk menghentikan sementara perdagangan selama lima menit. Langkah darurat diambil guna meredam kepanikan pasar setelah aksi jual terprogram meluas secara drastis. Tekanan jual juga dipicu oleh penurunan saham chip global seperti Nvidia dan Micron di bursa Amerika Serikat.
“Kekhawatiran pasar bukan hanya pada pendapatan CXMT saat ini, tetapi pada potensi ekspansi kapasitas yang dipercepat untuk menyaingi perusahaan Korea,” kata Kim Seok-hwan, Analis Mirae Asset Securities.
Selain faktor kompetisi, investor ritel di Korea yang banyak menggunakan margin trading turut memperparah volatilitas KOSPI Korea Selatan hari ini. Pasar saat ini memantau laporan keuangan terbaru dari emiten besar untuk melihat daya tahan sektor teknologi. Kondisi eksternal berupa tarif ekspor dari Amerika Serikat juga menambah ketidakpastian bagi industri manufaktur di Asia.
“Laporan bahwa perusahaan Tiongkok mengembangkan peralatan litografi DUV domestik kembali memicu kekhawatiran bahwa produsen memori Tiongkok bisa mempercepat ekspansi kapasitas,” kata Han Ji-young, Analis Kiwoom Securities.
Secara keseluruhan, indeks acuan utama di Seoul ini sedang menghadapi ujian berat di tengah pergeseran peta kekuatan industri semikonduktor global. Investor kini bersikap lebih waspada dalam mengamati pergerakan mingguan KOSPI Korea Selatan di tengah volatilitas yang bahkan melampaui aset kripto. (KB/*)





