JAKARTA, NETIZ – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno resmi mengusulkan penggunaan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis untuk menyalurkan dana bantuan langsung kepada orang tua siswa. Usulan yang disampaikan pada akhir Juni 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan Rp15.000 per hari per anak tepat sasaran tanpa adanya risiko kebocoran anggaran negara.
Mekanisme penyaluran melalui Kartu ATM Makan Bergizi Gratis ini dirancang dengan memanfaatkan basis data kependudukan dari Dukcapil untuk menjamin akurasi penerima bantuan. Setelah melalui proses verifikasi di tingkat kelurahan, orang tua wali murid dapat mengurus pembuatan kartu di bank Himbara sebelum dana ditransfer setiap hari secara otomatis ke rekening masing-masing.
“Kartu ATM ini berfungsi sebagai ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima dan Rp15.000 itu bisa untuk dia masak di rumah, ibunya memasakkan untuk anaknya. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali,” kata Romy Soekarno, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.
Romy menjelaskan bahwa skema transfer harian melalui Kartu ATM Makan Bergizi Gratis memberikan fleksibilitas bagi keluarga dalam menyediakan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anak. Langkah ini juga dinilai jauh lebih efisien karena mampu memangkas biaya operasional distribusi logistik, pengadaan barang, serta pembangunan infrastruktur dapur umum yang masif.
“Opsi kedua adalah di sekolah dapurnya, ya dibuat di sekolah yang mengelola adalah sekolah gitu itu lebih simpel lagi,” kata Romy Soekarno, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.
Meskipun terdapat opsi pengelolaan mandiri melalui kantin sekolah, usulan penggunaan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis tetap menjadi pembahasan utama dalam forum resmi DPR RI. Pemerintah diharapkan segera merumuskan regulasi pengawasan yang ketat guna memastikan dana tersebut benar-benar dialokasikan oleh orang tua untuk pemenuhan gizi anak secara maksimal.





