Menu

Mode Gelap

Daerah · 21 Des 2022

FEB Untad Akan Tindak Tegas Oknum Dosen Minta Bayaran Perbaikan Nilai


					FEB Untad Akan Tindak Tegas Oknum Dosen Minta Bayaran Perbaikan Nilai Perbesar

PALU,netiz.id — Respon cepat dilakukan (FEB Untad) terkait adanya oknum dosen diduga meminta pembayaran kepada sebagai pergantian nilai.

FEB Untad merespon yang menyebutkan oknum dosen berinisial M diduga meminta pembayaran kepada seorang mahasiswa.

Akibat dari mencuatnya kasus tersebut Civitas akademika langsung menggelar rapat yang dipimpin Dekan FEB Untad, Ikbal, Rabu (21/12/2022).

Ikbal mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan seluruh untuk menindaklanjuti pemberitaan yang beredar.

“Dosen yang bersangkutan telah kami panggil dan akan diberikan sesuai yang berlaku,” Tegas Ikbal.

Sementara itu, Wakil Dekan 3 FEB Untad, Haerul Anam menambahkan bahwa pihaknya juga telah memanggil dan meminta keterangan dari mahasiswa yang bersangkutan.

Meski belum terjadi transaksi, kata dia, FEB Untad sangat berkepentingan untuk mengawal kasus tersebut agar penyelesaiannya sesuai dengan pedoman Perguruan Tinggi.

Haerul pun menegaskan, pihaknya memastikan tak segan-segan untuk menindak segala bentuk pemungutan dengan alasan nilai.

“Belum ada transaksi antara oknum dosen dan mahasiswa tersebut. Namun kami langsung mengambil langkah-langkah penindakan, ini akan kami ditindaklanjuti. Jika terbukti adanya pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi,” Tuturnya menambahkan.

Sebelumnya, seorang mahasiswa mengaku dimintai uang oleh oknum dosen Prodi Ekonomi FEB Untad berinisial M.

Praktik berbau gratifikasi ini terjadi ketika mahasiswa tersebut meminta perbaikan nilai untuk mata kuliah tertentu.

“Saya menghubungi dosen meminta perbaikan nilai karena ada pertemuan kelas yang tidak saya ,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Anehnya, kata dia, mahasiswa yang senasib dengannya mendapat kesempatan dan diberikan tugas susulan.

Alih-alih mendapat tugas pengganti seperti temannya yang lain, dirinya justru dimintai uang jika ingin mendapatkan nilai.

Dalam percakapan Whatsapp, sang dosen meminta dibelikan sejumlah barang seperti beras 10 kilogram, telur dan minyak goreng.

“Saya tidak bisa penuhi keinginannya karena belum memiliki uang. Kalau pun ada, saya tetap meminta tugas karena itu tanggung jawab saya sebagai mahasiswa. Tapi permintaan itu ditolak,” Imbuhnya.

“Ini sudah kedua kali, katanya sekaligus beramal. Saya maklumi jika tidak bisa mengulang karena kewajiban saya selama perkuliahan saya tidak terpenuhi. Tetapi kenapa ada syarat lain di luar tugas tertulis untuk bisa memperoleh nilai,” ujarnya menambahkan. (KB/Sub)

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

RAPI Wilayah 02 Palu Gerakkan Aksi Peduli Korban Banjir Bandang Sumatera

11 Desember 2025 - 19:09

RAPI 02 Palu

Diskominfosantik Dorong Kualitas Data OPD untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sulteng

11 Desember 2025 - 09:21

Kominfo Sulteng

Brida Sulteng dan Untad Ungkap Hasil Riset Kinerja ASN Berbasis BerAKHLAK

11 Desember 2025 - 09:15

Brida Sulteng

Dispusaka Sulteng Terima Bantuan Buku Dwibahasa untuk Anak

11 Desember 2025 - 09:08

Dispusaka Sulteng

Menuju Penegakan Hukum Humanis, Pidana Kerja Sosial Mulai Disiapkan di Sulteng

11 Desember 2025 - 08:58

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan PKB dalam Muswil PKB Sulteng

11 Desember 2025 - 08:53

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah