Minggu, 10 Mei 2026

Pelabuhan Tanjung Carat Resmi Diluncurkan, Nusron Wahid Sebut Investasi di Sumsel Bakal Melonjak

ATR BPN RI
Project Launching Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Griya Agung Palembang, Kamis (09/04/26). FOTO: istimewa

PALEMBANG,netiz.id – Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan resmi diluncurkan dan diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan investasi serta logistik nasional. Pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diyakini mampu memperkuat konektivitas dan membuka peluang besar bagi masuknya investor ke Sumatera Selatan.

Peluncuran proyek berlangsung di Griya Agung dan dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, serta Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Qodari.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron Wahid menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki peran penting dalam mendukung investasi melalui percepatan legalitas tanah dan penerbitan Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) untuk kawasan pelabuhan dan kawasan pendukung.

“Kementerian ATR/BPN menjadi pendukung utama seluruh kegiatan investasi, termasuk proyek pelabuhan ini. Dengan adanya pelabuhan yang terstandar, investasi akan lebih mudah masuk dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nusron.

Pelabuhan Tanjung Carat telah ditetapkan sebagai PSN berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Sebelumnya, Kanwil BPN Sumatera Selatan telah menyerahkan Sertipikat HPL atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seluas 599.500 meter persegi yang kemudian dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan hibah dan serah terima Sertipikat HPL tanah mozaik 5 dan tanah mozaik 6 dari Herman Deru kepada Dudy Purwagandhi.

Tanah mozaik 5 memiliki luas 810.577 meter persegi, sedangkan tanah mozaik 6 mencapai 882.943 meter persegi. Prosesi serah terima itu disaksikan langsung oleh Nusron Wahid dan Ahmad Qodari.

Dudy Purwagandhi mengatakan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi infrastruktur penting untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Menurut Dudy, pembangunan pelabuhan telah melewati berbagai tahapan mulai dari studi kelayakan, penetapan lokasi, analisis dampak lingkungan, skema pemanfaatan lahan hingga peluncuran proyek.

“Kegiatan hari ini merupakan milestone ke-11 dari total 15 milestone pembangunan pelabuhan. Kami berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sebelum 2029,” kata Dudy.

Selain membahas pembangunan pelabuhan, Nusron Wahid juga mengingatkan pentingnya percepatan pendaftaran tanah di Sumatera Selatan. Hingga saat ini, tingkat pendaftaran tanah di provinsi tersebut baru mencapai 53,6 persen.

Ia meminta seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan ikut mempercepat legalitas tanah agar investor lebih mudah masuk dan iklim investasi di daerah semakin kondusif. (KB/*)