Kamis, 7 Mei 2026

Gubernur Anwar Hafid Gandeng Hainan dan Sichuan Perkuat Pertanian Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat menyampaikan sambutan saat Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (07/05/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mulai mengarahkan fokus pembangunan ekonomi daerah ke sektor pertanian dan perikanan sebagai langkah memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah dan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall Palu, Kamis (07/05/26).

Dalam forum tersebut, Gubernur Anwar mengungkapkan pemerintah provinsi tengah menggagas kerja sama sister city dengan Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah masih didominasi sektor industri pengolahan, terutama hilirisasi nikel. Namun ke depan, pemerintah daerah ingin memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar lebih merata dan berkelanjutan.

“Kita tidak lagi hanya fokus pada industri pengolahan nikel. Kita mulai memperkuat sektor pertanian dan perikanan,” kata Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, investasi di sektor pertanian dan perikanan di Sulawesi Tengah masih tergolong minim, padahal kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.

Karena itu, pemerintah provinsi mulai membuka peluang kerja sama internasional guna meningkatkan teknologi, produktivitas, hingga pemasaran hasil pertanian dan perikanan.

Anwar mengungkapkan, pada 17 Mei 2026 mendatang dirinya bersama Rektor Universitas Tadulako dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan pihak Hainan dan Sichuan.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan transfer teknologi dan investasi baru untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Sulawesi Tengah.

Selain membahas penguatan sektor pertanian, Anwar juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Sulawesi Tengah masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah tekanan ekonomi global dan berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

“Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 8,32 persen secara tahunan. Ini menunjukkan ekonomi kita tetap kuat,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui kapasitas fiskal daerah mengalami tekanan setelah transfer dana pusat berkurang signifikan dalam dua tahun terakhir.

“APBD kita sebelumnya hampir Rp6 triliun, sekarang tinggal sekitar Rp4,3 triliun. Itu tentu memengaruhi aktivitas pemerintahan,” jelasnya.

Kendati menghadapi tantangan fiskal, Anwar tetap optimistis karena struktur ekonomi Sulawesi Tengah kini mulai ditopang sektor-sektor produktif di luar belanja pemerintah.

Ia berharap penguatan sektor pertanian dan perikanan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menekan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah. (KB/*)