Sabtu, 16 Mei 2026

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Program Nasional Harus Menjangkau Wilayah Terpencil di Sulteng

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah bersama unsur Forkopimda menghadiri rangkaian kegiatan koordinasi dan evaluasi program prioritas nasional di Morowali. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

MOROWALI,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa seluruh program prioritas nasional harus dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.

Penegasan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Matano, Morowali, Kamis (13/05/26).

Dalam arahannya, Anwar Hafid menekankan bahwa pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar dalam mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan anak tidak sekolah, hingga penguatan ketahanan pangan di tengah tantangan efisiensi anggaran.

“Hari ini saya tidak hanya berdiri sebagai gubernur, tetapi juga mewakili pemerintah pusat di daerah. Fokus kita adalah memastikan program Asta Cita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah,” tegas Anwar Hafid.

Ia menilai keberhasilan program nasional tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Menurut Anwar, kebijakan efisiensi anggaran memang memberi dampak terhadap ruang fiskal daerah. Namun, program nasional yang dijalankan melalui Asta Cita justru dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus instrumen pemerataan pembangunan.

“Program nasional ini menjadi kekuatan penting bagi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus diperkuat agar seluruh program berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bukan sekadar agenda formalitas, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Ia mencontohkan situasi global seperti perang dan ketidakstabilan harga minyak dunia yang turut memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional maupun daerah. Karena itu, kolaborasi antarpemerintah dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pembangunan di Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid turut menyoroti sejumlah program prioritas Presiden Republik Indonesia yang dinilai memberi dampak langsung kepada masyarakat, termasuk Program Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis.

Khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat layanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari target 307 unit SPPG, sebanyak 228 unit atau sekitar 74,26 persen telah beroperasi dan melayani sekitar 900 ribu siswa di 13 ribu sekolah di Sulawesi Tengah.

Program tersebut juga dinilai memberi dampak ekonomi yang signifikan melalui pembukaan lapangan kerja baru dengan melibatkan lebih dari 10 ribu relawan di berbagai daerah.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas pemerintahan agar seluruh program prioritas nasional dapat berjalan efektif, tepat sasaran, hingga menjangkau wilayah terpencil di Sulawesi Tengah. (KB/*)