PALU,netiz.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengajak seluruh elemen gereja untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba dan dekadensi moral yang semakin mengancam generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) bersama Gereja Bagian Mandiri (GBM) GPID dan anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Jemaat GPID Sola Gratia Palu, Senin (13/07/26).
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Menjaga Generasi Emas: Sinergi Pemimpin Daerah dan Tokoh Agama Menghadapi Badai Narkoba dan Dekadensi Moral”, Reny menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dan krisis moral merupakan ancaman nyata bagi masa depan bangsa yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Menurutnya, upaya penyelamatan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat menjadi kunci dalam membangun karakter generasi penerus.
“Ketika moral anak-anak terancam, sekat-sekat perbedaan menjadi tidak lagi penting. Kita dipersatukan oleh satu misi besar, yaitu menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bertugas menghadirkan regulasi, kebijakan, dan penegakan hukum, sementara gereja memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter umat.
Wagub juga mengingatkan bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman yang dapat merusak fungsi otak, menghilangkan daya pikir, kreativitas, hingga motivasi hidup generasi muda.
Selain itu, ia menilai derasnya arus globalisasi turut membawa tantangan berupa menurunnya nilai-nilai moral yang berdampak pada ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
Karena itu, Reny mengajak seluruh elemen gereja untuk terus memperkuat pendidikan iman, membangun ketahanan keluarga, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dalam membina generasi muda.
“Korbannya bisa anak dari siapa saja. Karena itu, kita harus bergandengan tangan tanpa memandang perbedaan demi melahirkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, berkarakter, dan berintegritas,” pungkasnya. (KB/*)





