Selasa, 14 Juli 2026

Wagub Reny: Narkoba dan Krisis Moral Jadi Ancaman Serius Generasi Muda Sulteng

Wagub Reny
Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan materi tentang sinergi melindungi generasi muda dari narkoba dan dekadensi moral di Jemaat GPID Sola Gratia Palu, Senin (13/07/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idWakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dan krisis moral merupakan dua ancaman terbesar yang harus diantisipasi bersama demi menyelamatkan masa depan generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) bersama Gereja Bagian Mandiri (GBM) GPID serta anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang berlangsung di Jemaat GPID Sola Gratia Palu, Senin (13/07/26).

Dalam forum yang mengusung tema “Bersama Segenap Elemen GPID Membangun Kemitraan Antar Gereja, Pemerintah dan Lembaga Lainnya untuk Menghijaukan Tri Mandiri: Teologi, Daya dan Dana”, Reny mengajak seluruh komponen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, tantangan pembangunan sumber daya manusia saat ini bukan hanya berkaitan dengan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga menyangkut ancaman narkoba yang terus berkembang serta melemahnya nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Peran tokoh agama, keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas sangat diperlukan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh.

“Perbedaan iman tidak boleh membatasi langkah kita untuk bergandengan tangan. Di hadapan kerusakan akibat narkoba dan dekadensi moral, tidak ada sekat agama. Korbannya bisa anak dari siapa saja,” ujar Reny.

Wakil Gubernur menjelaskan, gereja memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, membangun integritas, dan memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Melalui kemitraan antara pemerintah, gereja, dan berbagai lembaga, ia optimistis Sulawesi Tengah mampu melahirkan generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta memiliki karakter dan spiritualitas yang kokoh sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diwujudkan melalui program edukasi, pendampingan, dan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. (KB/*)