Jumat, 17 April 2026

Rustia Tompo Soroti OPD Kota Palu yang Belum Maksimal Genjot PAD

Rustia Tompo
Rustia Tompo menunjukkan data capaian PAD saat rapat Pansus LKPJ Tahun 2025 bersama OPD terkait di DPRD Kota Palu, Kamis (16/04/26). FOTO: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Palu, Rustia Tompo, menyoroti rendahnya capaian sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan itu disampaikan Rustia saat rapat Pansus LKPJ Tahun 2025 bersama OPD terkait pendapatan daerah di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Kamis (16/04/26).

Menurut Anggota DPRD Kota Palu Dapil Palu Utara – Tawaeli itu, meski secara keseluruhan capaian PAD Kota Palu terlihat tinggi, namun masih banyak OPD yang realisasinya jauh dari target.

“Kalau dilihat secara keseluruhan memang seolah-olah target PAD tercapai. Tetapi kalau kita rinci, masih banyak OPD yang realisasinya di bawah 50 persen, bahkan ada yang hanya mencapai 13,1 persen,” tegas Rustia.

Politisi Hanura itu menyebutkan, capaian PAD secara agregat yang berada di angka 89,6 persen tidak bisa dijadikan alasan untuk berbangga. Sebab, terdapat sejumlah sektor yang realisasinya masih sangat minim.

Rustia mencontohkan sektor retribusi pemotongan hewan yang baru mencapai 4,4 persen. Selain itu, sektor parkir juga dinilai belum tergarap maksimal, padahal memiliki potensi besar untuk menambah PAD Kota Palu.

“Parkir ini sangat disayangkan. Di banyak pusat hiburan, tempat rekreasi, hingga pusat perbelanjaan masih banyak parkir liar yang tidak terkelola dengan baik. Tidak masuk akal kalau capaian parkir hanya 28 sampai 29,2 persen,” ujarnya.

Ia mengaku telah melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk berbicara dengan sejumlah pelaku usaha seperti KFC yang sebelumnya pernah bekerja sama terkait pengelolaan parkir.

“Dulu mereka pernah didatangi untuk kerja sama, tetapi sekarang tidak ada lagi perhatian. Ini yang harus dibenahi,” katanya.

Menurut Rustia, Kota Palu tidak memiliki banyak sumber pendapatan tetap seperti daerah yang mengandalkan sektor pertanian. Karena itu, seluruh OPD harus bekerja lebih keras menggali potensi PAD dari sektor-sektor yang ada.

“Pemerintah kota sudah membangun tempat hiburan, tempat rekreasi, dan fasilitas lainnya untuk menarik wisatawan dan meningkatkan PAD. Tapi kalau OPD terkait tidak serius mengelola, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Rustia juga mengingatkan agar seluruh OPD tidak hanya bergantung pada capaian OPD lain yang sudah melampaui target. Menurutnya, keberhasilan PAD secara umum tidak boleh menutupi rendahnya capaian sejumlah dinas.

“Jangan ikut berbangga kalau ternyata OPD masing-masing belum bekerja maksimal. Kalau ada kendala atau kebuntuan, mari duduk bersama mencari solusi agar target PAD 2026 bisa tercapai lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap Pansus LKPJ Tahun 2025 DPRD Kota Palu dapat menjadi ruang evaluasi bersama untuk mencari strategi peningkatan PAD secara lebih maksimal.

“Tujuan kita bukan hanya mencapai 100 persen, tetapi kalau bisa melampaui target. Jangan sampai OPD yang sudah tinggi capaiannya justru menutupi OPD lain yang masih rendah,” pungkas Rustia. (KB)