Sabtu, 2 Mei 2026

Raker LAK-PB MUI 2026, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Perencanaan dan SDM dalam Penanggulangan Bencana

Menteri Nusron
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan arahan saat Raker LAK-PB Majelis Ulama Indonesia di Cikeas. FOTO: istimewa

CIKEAS,netiz.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya keseimbangan antara perencanaan, implementasi, dan pendanaan dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI), Jumat (01/05/26), di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.

Menurut Nusron, perencanaan yang kuat tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan implementasi yang baik dan pendanaan yang memadai.

“Jika perencanaannya kuat, tetapi implementasi dan dananya tidak kuat, maka program tersebut tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Dalam Raker yang mengusung tema “Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh”, Nusron juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama sistem kebencanaan yang efektif.

Ia mendorong setiap lembaga untuk bekerja sesuai peran dan keunggulan masing-masing guna menciptakan sistem yang responsif dan terintegrasi.

“Selain perencanaan, yang paling utama adalah peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Di hadapan para pengurus MUI, Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menjelaskan tahapan utama dalam penanganan bencana, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga proses pemulihan dan rehabilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di jalur cincin api Pasifik.

“Indonesia berada di kawasan ring of fire, sehingga potensi bencananya sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia menilai, penguatan sistem penanggulangan bencana menjadi kebutuhan mendesak yang harus didukung oleh seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan.

Dengan dukungan Kementerian ATR/BPN, MUI berharap dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan kebencanaan, khususnya bencana banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga bencana geologi seperti tsunami. (KB/*)