Jumat, 19 Juni 2026

Korban Gempa Sigi Butuh Tenda dan Air Bersih, Banyak Warga Masih Takut Masuk Rumah

Gempa Sigi
Di tengah puing-puing rumah yang roboh, warga Desa Kamarora Sigi tetap bertahan bersama keluarga sambil menunggu bantuan dan kepastian pascagempa. (Foto: netiz.id)

SIGI,netiz.id – Kebutuhan tenda keluarga, air bersih, dan bahan makanan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga kini, banyak warga masih memilih bertahan di halaman rumah dan ruang terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan.

Kondisi tersebut terungkap saat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana sekaligus Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, melakukan kunjungan ke wilayah terdampak di Desa Kamarora Kecamatan Nokilalaki, Rabu (17/06/26).

Menurut Samuel, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah masih tingginya tingkat trauma masyarakat pascagempa. Meski sebagian rumah masih berdiri dan dinilai layak dihuni, banyak warga enggan kembali masuk ke dalam rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Kebanyakan warga masih takut tidur di dalam rumah, termasuk yang rumahnya masih berdiri. Mereka memilih bertahan di halaman rumah bersama keluarga,” ujarnya.

Pemerintah, kata Samuel, telah menyiapkan sejumlah tenda pengungsian umum untuk menampung warga terdampak. Namun, sebagian masyarakat memilih tetap berada di sekitar rumah mereka untuk menjaga harta benda serta hasil kebun yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari.

“Akibat kondisi tersebut, kebutuhan akan tenda keluarga menjadi sangat penting agar warga dapat berlindung dengan aman dan nyaman. Terlebih, sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan yang memiliki suhu udara cukup dingin pada malam hari,” ucapnya.

Selain tenda, lanjut Samuel, warga juga membutuhkan pasokan air bersih dan bahan makanan yang memadai. Sejumlah desa masih mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat dampak gempa yang mengguncang wilayah tersebut.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Satgas Penanganan Bencana terus melakukan distribusi bantuan logistik secara bertahap. Penyaluran bantuan diprioritaskan ke desa-desa yang mengalami dampak paling parah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan mengacu pada standar kebutuhan darurat yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meliputi bahan makanan, perlengkapan pengungsian, selimut, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga berencana mengajukan tambahan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan BNPB guna memastikan seluruh kebutuhan korban gempa dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Sementara itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama proses penanganan bencana berlangsung. (KB)