Kamis, 18 Juni 2026

Korban Gempa Sigi Bertambah, BPBD Catat 3 Meninggal dan 108 Warga Terluka

Gempa Sigi
Petugas PLN melakukan asesmen kondisi jaringan listrik di kawasan terdampak gempa di Desa Kamarora Kecamatan Nokilalaki Kabupaten Sigi. FOTO: netiz.id (Akib)

SIGI,netiz.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi mencatat hingga Kamis (18/6/2026), sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 108 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Data terbaru yang dihimpun BPBD menunjukkan korban luka terdiri atas 91 orang mengalami luka ringan dan 17 orang mengalami luka berat. Sementara itu, jumlah warga terdampak mencapai 2.109 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 6.412 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sigi, Ahmad Yani, mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah setelah dua korban baru masuk dalam laporan resmi BPBD.

“Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sebelumnya yang terdata satu orang, kemudian ada dua korban tambahan yang baru masuk dalam laporan,” ujar Ahmad Yani, Kamis (18/06/26).

Dua korban tambahan tersebut berasal dari Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Korban asal Desa Berdikari diketahui memiliki riwayat penyakit dan mengalami serangan jantung setelah terjatuh saat gempa terjadi. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan Kota Palu sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, korban dari Desa Kamarora A mengalami benturan pada bagian perut saat gempa berlangsung. Berdasarkan informasi tenaga kesehatan setempat, korban juga memiliki riwayat penyakit tumor yang diduga semakin parah akibat benturan yang dialaminya. Kedua korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan cukup besar pada permukiman warga. BPBD Sigi mencatat sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu. Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak mencapai 1.511 jiwa, disusul Desa Kamarora B sebanyak 377 jiwa.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan sosial. BPBD mencatat sembilan kantor pemerintahan terdampak, 44 rumah ibadah yang terdiri dari 10 masjid dan 34 gereja, serta 13 sekolah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Selain itu, lima unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), delapan fasilitas jaringan air bersih, dua puskesmas, satu unit penggilingan, satu gedung pertemuan, serta satu rumah adat turut terdampak.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sigi hingga Kamis (18/6/2026) pukul 11.00 Wita, proses pendataan masih terus berlangsung. BPBD memperkirakan jumlah kerusakan maupun warga terdampak masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari sejumlah desa yang belum seluruhnya terverifikasi.

Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BPBD, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait saat ini terus melakukan penanganan darurat, asesmen kerusakan, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa.