Selasa, 14 Juli 2026

Bapenda Donggala Bantah Curi Tiang PJU-TS di Labuan Bajo, Fikri: Kami Justru Amankan Aset

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Donggala, Moh Fikri Labadjo,
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Donggala, Moh Fikri Labadjo. FOTO: istimewa

DONGGALA,netiz.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Donggala, Moh Fikri Labadjo, membantah tegas tudingan yang menyebut pihaknya mencuri tiang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, tepatnya di ruas jalan menuju objek wisata Tanjung Karang.

Tudingan tersebut mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan proses pencabutan sejumlah tiang lampu di kawasan tersebut. Dalam video itu, muncul narasi yang menyebut pencabutan dilakukan secara diam-diam oleh pihak Bapenda Donggala.

Saat dikonfirmasi media ini, Kamis (09/04/26), Fikri sapaan akrabnya menegaskan bahwa pencabutan tiang PJU-TS dilakukan atas perintahnya langsung untuk kepentingan penertiban dan pengamanan aset daerah.

“Lampu PJU-TS itu saya yang perintahkan untuk dicabut, diamankan, dan ditertibkan. Karena informasinya, banyak komponennya sudah hilang dicuri, mulai dari aki, panel surya, stand lampu hingga lampunya,” ujar Fikri.

Menurut Mantan Sekretaris BPKAD itu, tudingan bahwa Bapenda Donggala mencuri aset milik sendiri merupakan hal yang tidak masuk akal. Ia menegaskan, seluruh proses pencabutan dilakukan secara resmi oleh staf yang dilengkapi surat tugas, mengenakan seragam, dan telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat.

“Kan tidak masuk akal, masa Bapenda mencuri barang sendiri,” tegasnya.

Fikri menjelaskan, pencabutan dilakukan untuk mengantisipasi hilangnya komponen lain yang masih tersisa pada unit PJU-TS tersebut. Sebab, beberapa lampu yang terpasang sebelumnya diketahui sudah dalam kondisi rusak dan tidak lagi berfungsi optimal.

Selain melakukan penertiban, Pemerintah Kabupaten Donggala juga berencana mengganti lampu lama dengan lampu LED berdaya lebih besar di kawasan wisata.

“Iya, rencananya akan dipasang lampu LED 90 watt untuk lokasi objek wisata. Daya lampu ini lebih besar dibanding lampu sebelumnya yang hanya 30 hingga 50 watt,” jelas Fikri.

Ia menyebutkan, pemasangan lampu baru akan diprioritaskan di kawasan wisata. Hal itu dilakukan agar kawasan wisata di Donggala memiliki pencahayaan yang lebih baik dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Terkait informasi pemasangan sekitar 250 titik lampu dari Banawa hingga kawasan objek wisata, Fikri membenarkan hal tersebut. Namun, pemasangan akan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran daerah.

“Karena anggaran terbatas, kita optimalkan dulu wilayah objek wisata, baru kemudian ke wilayah lain,” katanya.

Fikri juga mengapresiasi masyarakat yang aktif mengawasi dan melaporkan kondisi aset daerah. Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik menjadi bagian penting dalam menjaga aset pemerintah.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membuat video, itu berarti mereka peduli terhadap aset pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas umum yang dibangun pemerintah berasal dari pajak masyarakat, mulai dari PBB-P2, pajak hotel, rumah makan hingga MBLB.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama.

“Dengan menjaga fasilitas yang ada, anggaran daerah dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur baru lainnya,” tutupnya. (KB)