Selasa, 5 Mei 2026

Pidato Inspiratif Gubernur Anwar Hafid di Wisuda Trisakti: Gelar Bukan Sekadar Ijazah

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pidato inspiratif pada Wisuda Universitas Trisakti di Jakarta Convention Center, Selasa (05/05/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

JAKARTA,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pidato inspiratif di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Trisakti. Dalam momen yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (05/05/26), Anwar menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam pidatonya, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa capaian akademik tidak boleh berhenti pada kebanggaan pribadi. Menurutnya, setiap gelar yang disandang memiliki konsekuensi moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

“Gelar yang kalian peroleh bukan sekadar tinta di atas ijazah. Gelar itu adalah kontrak sosial antara kalian dan kemanusiaan,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, dunia tidak akan menilai seseorang dari seberapa cepat menyelesaikan pendidikan, melainkan dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberikan dampak bagi kehidupan sosial. Karena itu, ia mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak pada kebanggaan simbolik sebagai alumni perguruan tinggi ternama.

“Jangan bangga hanya karena kalian lulus dari universitas besar. Berbanggalah jika kalian bisa menjadi alasan seseorang kembali bahagia, sembuh, atau menghadirkan kebijakan yang lebih adil melalui pemikiran kalian,” ujarnya.

Mantan Bupati Morowali dua periode itu juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membentuk manusia yang solutif dan berdaya guna. Ia mendorong para wisudawan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Selain itu, Anwar mengajak para lulusan untuk meneladani sejarah panjang Universitas Trisakti yang dikenal sebagai simbol perjuangan reformasi. Ia menilai, semangat perubahan yang melekat pada kampus tersebut harus terus dihidupkan dalam setiap langkah para alumninya.

“Berdiri di bawah panji Trisakti, saya melihat masa depan Indonesia yang sedang mekar. Kalian adalah harapan yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan,” katanya.

Pidato tersebut semakin menegaskan komitmen Anwar Hafid dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menutup sambutannya dengan pesan kuat agar para lulusan mampu menjadi pribadi tangguh yang membawa perubahan positif di tengah dinamika zaman.

“Di sinilah, di tanah para pahlawan reformasi, generasi muda ditempa menjadi pribadi yang tidak lekang oleh waktu dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (KB/*)