PALU,netiz.id — Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membentuk generasi dan peradaban bangsa.
Hal itu disampaikan Bunda Wiwik saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Nasional di Aula Kantor DPW PKS Sulteng, Ahad (05/04/26) malam.
Dalam kegiatan bertema “Perempuan Menguatkan Keluarga dan Dakwah” tersebut, Wiwik menyebut perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anak sekaligus madrasah utama dalam membentuk karakter generasi penerus.
“Ketika kita berbicara tentang perempuan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang peradaban. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anak dan madrasah utama dalam mencetak generasi,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng itu.
Menurut Bunda Wiwik, keluarga menjadi pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat. Karena itu, perempuan memiliki peran sentral dalam menghadirkan suasana rumah yang penuh kasih sayang, ketenteraman, dan nilai-nilai keimanan.
Sekretaris Komisi IV itu juga mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 yang menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat tumbuhnya sakinah, mawaddah, dan rahmah.
“Fungsi keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat tumbuhnya ketenteraman, kasih sayang, dan cinta. Dari sinilah peradaban dibangun,” katanya.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi, krisis moral, hingga tekanan ekonomi dan sosial. Karena itu, perempuan dituntut mampu menjadi benteng utama dalam menjaga keluarga dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Kita hidup di zaman yang penuh tantangan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama untuk melindungi generasi,” tegasnya.
Bunda Wiwik juga menekankan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas di lingkup domestik, tetapi juga sebagai pemimpin dan penggerak dakwah di tengah masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga hadir dalam keseharian, terutama dalam cara seorang ibu mendidik anak dan membangun keluarga.
“Seorang ibu bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga sedang membangun masa depan umat,” ungkapnya.
Melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), PKS, kata Bunda Wiwik, terus mendorong lahirnya gerakan nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.
“RKI bukan hanya sebuah program, tetapi gerakan perubahan yang dimulai dari rumah dan berdampak bagi bangsa,” pungkasnya. (KB)





