Kamis, 16 Juli 2026

268 Siswa SMPN 1 Banawa Terima Beasiswa PIP Aspirasi Nilam Sari Lawira, Hermin: Ringankan Beban Orang Tua

SMPN 1 Banawa
Anggota DPRD Donggala Hermin bersama orang tua dan wali siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Anggota DPR RI Komisi X Fraksi NasDem, Nilam Sari Lawira, usai penyerahan bantuan di SMP Negeri 1 Banawa, Rabu (10/06/26). FOTO: netiz.id (Akib)

DONGGALA,netiz.id – Sebanyak 268 siswa SMP Negeri 1 Banawa, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala menerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan aspirasi Komisi X Fraksi NasDem, Nilam Sari Lawira, pada Rabu (10/06/26).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Gedung Pertemuan SMP Negeri 1 Banawa tersebut disambut antusias oleh para orang tua dan wali siswa penerima manfaat. Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekaligus mencegah anak-anak putus sekolah akibat kendala ekonomi.

Anggota DPRD Donggala dari Fraksi NasDem, , yang hadir menyerahkan bantuan secara langsung kepada para orang tua siswa, mengatakan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

Menurut Anggota DPRD dari Kelurahan Kabonga Kecil itu, bantuan PIP sangat penting, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan adanya dukungan tersebut, siswa dapat memperoleh perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendidikan lainnya tanpa membebani orang tua.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah di bidang pendidikan. Harapannya, anak-anak dapat terus bersekolah dan meraih cita-cita tanpa terkendala biaya,” ujar Hermin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Nilam Sari Lawira yang terus memperjuangkan program-program pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Donggala.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak. Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap angka putus sekolah dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa penerima bantuan, Irham, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima anaknya. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Di saat harga-harga naik, bantuan seperti ini benar-benar membantu kebutuhan sekolah anak. Terima kasih kepada Ibu Nilam Sari Lawira dan Ibu Hermin yang telah menyalurkan bantuan ini,” katanya. (KB)