Senin, 8 Juni 2026

Politeknik Agraria STPN Buka Peluang Generasi Muda Berkarier di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Tampak depan Kampus Politeknik Agraria STPN di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tampak depan Kampus Politeknik Agraria STPN di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. FOTO: istimewa

SLEMAN,netiz.id – Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang terus meningkat seiring kompleksitas pembangunan nasional. Menjawab kebutuhan tersebut, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), membuka peluang bagi generasi muda untuk meniti karier di sektor strategis tersebut.

Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kampus yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu dirancang untuk mencetak tenaga profesional yang mampu mendukung pembangunan nasional melalui pengelolaan pertanahan dan tata ruang yang modern.

“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang memiliki minat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Sri Yanti Achmad, Rabu (03/06/26).

Saat ini, Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan empat program studi, yakni Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei, Pemetaan, dan Informasi Pertanahan.

Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, hingga survei dan pemetaan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan yang menjadi kebutuhan utama dalam transformasi layanan pertanahan berbasis digital.

Menurut Sri Yanti Achmad, keunggulan Politeknik Agraria STPN terletak pada fokus pendidikannya yang secara khusus mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu terkait agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Ia menjelaskan bahwa persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pengukuran dan pemetaan lahan, tetapi juga menyangkut aspek hukum, kepastian hak atas tanah, perencanaan wilayah, penataan ruang, hingga ilmu kebumian.

“Karena itu, kurikulum kami dirancang secara multidisiplin agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria, pertanahan, dan tata ruang di Indonesia,” katanya.

Tidak hanya menekankan kemampuan akademik dan teknis, Politeknik Agraria STPN juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang bertujuan membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, serta kemampuan sosial para taruna.

“Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” tegas Sri Yanti Achmad.

Melalui sistem pendidikan tersebut, Politeknik Agraria STPN berharap dapat melahirkan generasi profesional yang siap menjawab tantangan pembangunan sektor agraria dan tata ruang di masa depan.

Sri Yanti Achmad pun mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat yang sedang menentukan pilihan perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai jalur pendidikan yang menjanjikan.

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkontribusi dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya. (KB/*)