PARIGI MOUTONG,netiz.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong penguatan sektor pertanian melalui program Berani Panen Raya yang berfokus pada hilirisasi dan ekspor langsung komoditas unggulan daerah ke pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat menghadiri peringatan 50 tahun Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (06/06/26).
Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor asal Tiongkok untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian di daerah.
Menurutnya, selama ini banyak komoditas unggulan Sulawesi Tengah dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati pihak lain. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan industri pengolahan agar keuntungan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak mau lagi hasil kita dibawa keluar dalam bentuk mentah. Kita ingin diolah di sini supaya nilai tambahnya dinikmati masyarakat,” tegas Anwar.
Ia mencontohkan komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Bahkan, produk turunan seperti air kelapa memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.
Melalui program hilirisasi pertanian, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian daerah.
Anwar optimistis Sulawesi Tengah memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengolahan komoditas pertanian dan perkebunan di Indonesia jika didukung oleh investasi dan penguatan industri di daerah. (KB/*)





