NETIZ.ID.Donggala — Sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting sesuai dengan amanah Peraturan Presiden No.72 tahun 2021 adalah dengan melakukan kolaborasi kegiatan dengan lintas sektor termasuk dengan Perguruan Tinggi, dalam rangka rencana pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik percepatan penurunan stunting bekerjasama dengan Perguruan Tinggi UNTAD Palu dengan Lokus pada Kabupaten Donggala tahun 2022.
Kabupaten Donggala menjadi Lokasi Fokus (Lokus) Stunting di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tahun 2022.
Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNTAD Palu Ramlan dan Koordinator Bidang Adpin, Moh. Rosni saat melakukan audensi bersama Wakil Bupati Donggala Moh Yasin dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BKKBN) Lasamudia Dalili di ruang kerja Wakil Bupati Donggala. Kamis (10/2/2022)
Ia mengatakan dalam lembaga LPPM Untad ada 7 Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (Pusbang) dan melepas Mahasiswa KKN dalam setahun sekitar 7000 s/d 9000.
“Ini potensi yang sangat besar, kalau kita titip KKN tematik atau apa-apa yang akan kita sampaikan ke masyarakat itu pasti akan tersampaikan, karena rata-rat Mahasiswa kami menguasi Android, jadi cepat untuk terekspos,” ujarnya.
Ramlan juga berharap, agar Mahasiswa KKN diisi dengan apa yang menjadi program Pemda, karena kami hanya isi 30% sebagai laporan yang menjadi nilai persyaratan dan 70% program dari Pemda dan Perwakilan BKKBN.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Tengah, Koordinator Bidang Adpin, Moh. Rosni menyampaikan untuk rencana pelaksanaan KKN Tematik tersebut seluruh Indonesia, dalam rangka penurunan dan pencegahan stanting.
“Jadi semua perguruan tinggi diarahkan untuk berkontribusi langsung terhadap penurunan dan pencegahan stanting,” terangnya.
Rosni juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan KKN Tematik percepatan dan penurunan stunting, bahwa Kabupaten Donggala menjadi uji coba untuk Sulawesi Tengah, karena angka stunting di Kabupaten Donggala masih cukup tinggi dan relatif mudah dijangkau.
Sementara itu Wakil Bupati, Moh Yasin mengatakan berbicara soal stunting sebenarnya hal tersebut, bukan hanya isu nasional tetapi isu dunia dan Presiden menekankan bahwa kondisi stunting yang ada di Indonesia cukup luar biasa.
“Membangun maindset berpikir paling tidak ada kesadaran kolektif, untuk membangun bagaimana menurunkan angka stunting termasuk kemiskinan, karena potensi Sumber Daya Alam (SDA) kita memenuhi, tetapi pemerintah tidak mampu bekerja sendiri,” Tuturnya
Terkait dengan hal tersebut kata dia, Pemda Donggala merasa peduli dari Untad khususnya LPPM.
Ia juga menambahkan Pemda Donggala juga menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dan kolaborasi yang telah dilakukan dan kepada BKKBN Provinsi Pemda meminta dukungan, Insya Allah kasus stunting yang ada di Kabupaten Donggala bisa menurun. Demikian Yasin.
Kegiatan tersebut turut hadir dalam Audensi, Sekretaris, Dr. Nawawi Nasir, Koordinator Pusbang Pengabdian dan KKN, Dr. Moh. Nawawi, Pendamping KKN, Dr. Ihwan Madonna, Dekan Prof. Dr. Nurdin, M. Kes, Ketua Panitia KKN Dr. Rosdiana dan Dr. Ardianto, Koordinator Bidang KB/KR, Drs. Andi Kameriah, M. Ap, serta Sub. Koordinator Pengawasan Liana Dewi Taufiq, SE., M.M. (KB/Prokopim Donggala)








