Senin, 4 Mei 2026

Bantuan Ternak ‘Mati’ Hasil Program Gercep Pengentasan Kemiskinan di Donggala

Hewan ternak kambing hasil dari Program Gerakan Cepat (Gercep) Pengentasan Kemiskinan. Photo: ist

DONGGALA,netiz.id – Alih-alih mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Donggala, Bantuan Gerakan Cepat (Gercep) Penentasan Kemiskinan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Donggala menjadi kontroversi.

Pasalnya, sebagian kepala keluarga (KK) penerima program tersebut mengembalikan hewan ternak berupa kambing. Disinyalir bahwa bantuan tersebut tidak memenuhi standar dan keinginan sebagian besar masyarakat di Desa Siweli, Kecamatan Balaesang.

Tidak hanya itu, salah satu penerima bantuan gercep, Abd Rahman, berasal dari Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, hewan ternaknya itu mati.

“Iya pak, kambing yang saya terima dari Kepala Desa saat itu sekarang sudah mati. Memang saat diterima dari kantor Desa kambing itu kurus, mungkin masih ingin menyusui dengan induknya” ucapnya saat dikonfirmasi media ini pada Kamis (18/01/24)

Lanjutnya, hewan ternak yang diterima kemarin itu memang masih kecil, istilahnya orang sini (Siweli) itu kambing masih menyusui dengan induknya.

“Padahal dalam Rincian Anggaran Biaya (RAB), di dalamnya kambing ternak jenis betina dihargai sebesar 1,5 juta. Kami pikir kambing yang diterima itu sesuai standar. Masa kambing seperti itu dihargai mahal sekali,” heranya

Sementara itu, penyedia hewan ternak Adrian Hutama atau biasa disapa Ko AHU saat dikonfirmasi media ini lewat via telepon di nomor 08134106xxxxx diduga membohongi wartawan.

“Maaf pak, ini dengan adiknya. Nanti saya sampaikan dengan Ko AHU,” ucap orang yang jawab komunikasi via telepon.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Donggala, Mika saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui pengadaan hewan ternak.

“Kami dari Dinas terkait menyerahkan sepenuhnya ke Kepala Desa Siweli,” ucapnya.

Disinggung terkait, diduga adanya markup dari pengadaan hewan ternak berupa kambing. Sebab, kambing di dalam RAB itu diberi harga 1,5 juta. Dirinya mengatakan itu hasil dari tim fasilitator kecamatan atau desa.

“Nanti pak ya, kita ketemu dengan Pak Kadis supaya ini tidak jadi Bola Liar di masyarakat, nanti kami turun cek langsung bantuan tersebut.” Tutupnya. (KB)