PALU,netiz.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sulawesi Tengah berlangsung semarak melalui kegiatan “Berani May Day 2026” yang digelar di Milenium Waterpark Palu, Minggu (03/05/26).
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir langsung bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dalam kegiatan yang juga diikuti serikat buruh, pengusaha, serta pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melindungi pekerja, khususnya terkait keselamatan kerja dan kesejahteraan buruh.
“Tugas pemerintah jelas, melindungi pekerja. Tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan kerja,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pengalaman hidupnya sebagai buruh di masa muda menjadi alasan kuat untuk terus berpihak kepada pekerja. Saat masih mahasiswa di Makassar, ia pernah bekerja serabutan, mulai dari mengangkut kopra hingga menjadi tukang bangunan.
Menurutnya, komitmen tersebut telah dibuktikan sejak menjabat Bupati Morowali dengan menghadirkan investasi industri, termasuk pembangunan smelter nikel yang membuka ribuan lapangan kerja.
Kini, sebagai gubernur, ia memastikan keseimbangan antara perlindungan buruh dan keberlanjutan investasi tetap menjadi prioritas, terlebih di tengah tantangan global dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan, termasuk program pembelajaran bahasa asing seperti Mandarin secara gratis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Sulawesi Tengah harus menjadi daerah yang ramah investasi, sekaligus menjamin kesejahteraan pekerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulteng, Wijaya Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Ia mengajak semua pihak untuk memiliki semangat “naik kelas” agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Peringatan May Day 2026 ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Sulawesi Tengah. (KB/*)






