PALU,netiz.id — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah berduka atas meninggalnya Cagar Alam, salah satu tokoh penting yang selama ini aktif menggerakkan sepak bola di Kabupaten Sigi. Almarhum tutup usia pada Minggu (16/11/25), meninggalkan duka mendalam bagi rekan, sahabat, dan komunitas sepak bola di daerah.
Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Sulteng, Harry Sumampouw, mengungkapkan bahwa kepergian Cagar Alam sangat mengejutkan. Dua malam sebelum kabar duka itu datang, almarhum masih berkomunikasi dengannya terkait persiapan teknis penyelenggaraan Liga 4 zona Sigi.
“Dua malam lalu almarhum menelepon saya dengan penuh semangat. Ia menyampaikan bahwa rapat Panpel Liga 4 sedang berjalan dan Kabupaten Sigi siap menjadi tuan rumah. Mendengar kabar meninggalnya, saya benar-benar terpukul,” ujar Harry pada Senin (17/11/25).
Harry mengenang Cagar Alam sebagai sosok yang memiliki dedikasi tanpa pamrih. Tidak hanya menjadi motor penggerak kegiatan sepak bola lokal, almarhum juga dikenal dekat dengan masyarakat dan selalu hadir dalam setiap upaya memajukan olahraga di daerah.
“Saya kehilangan sahabat, saudara, sekaligus figur penting yang selalu menjadi ‘cagar alam’ bagi sepak bola kita. Sejak SMA kami sudah bersama, mulai dari bermain bola hingga menggerakkan berbagai kegiatan di Sulteng. Ia adalah pekerja keras yang berdampak besar,” tambahnya.
Menurut Harry, kontribusi Cagar Alam terhadap perkembangan sepak bola di Kabupaten Sigi tidak akan pernah hilang. Jejak pengabdiannya akan terus dikenang oleh Asprov PSSI, para pelatih, pemain, serta seluruh pecinta sepak bola di Sulawesi Tengah.
“Terima kasih atas dedikasimu. Selamat jalan, kawan. Semangatmu akan tetap hidup bersama kami yang meneruskan perjuangan ini,” ucapnya menutup pernyataan. (KB)







