PALU,netiz.id — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Rachmi Amir Singi, menegaskan bahwa arsip dan dokumentasi karya Hasan M. Bahasyuan merupakan fondasi penting bagi identitas budaya daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pameran “Respect – Revive – Representation: Memorabilia Hasan M. Bahasyuan” di Raego Café, Jalan Ki Maja I Nomor 15, Kota Palu, Kamis (02/04/26).
Menurut Siti Rachmi Amir Singi, dokumentasi terhadap karya seniman daerah tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau sekadar urusan masa lalu. Arsip, kata dia, justru menjadi bagian penting untuk menjaga sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Sulawesi Tengah.
“Arsip bukan hanya tumpukan dokumen lama, tetapi merupakan fondasi identitas budaya daerah. Dari arsip, generasi muda bisa mengenal siapa tokoh-tokoh yang berjasa dalam membangun kebudayaan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia menilai Hasan M. Bahasyuan merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan seni dan budaya Sulawesi Tengah. Karya-karya yang diciptakannya tidak hanya dikenal luas oleh masyarakat Kaili, tetapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Lagu-lagu seperti Pajoge Maradika, Pomonte, Poveba, Pontanu, Peulu Cinde, Palu Ngataku, hingga Tananggu Kaili masih sering dinyanyikan hingga sekarang. Menurut Siti, hal itu membuktikan bahwa karya Hasan M. Bahasyuan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pameran memorabilia Hasan M. Bahasyuan menampilkan berbagai dokumentasi, arsip, foto, serta jejak karya yang pernah mengharumkan budaya Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Tengah Andi Kamal Lembah, mantan Gubernur Sulawesi Tengah Rudy Mastura atau Bung Cudi, arsiparis, pegiat budaya, serta masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, Siti berharap pemerintah dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mendokumentasikan karya-karya seniman daerah agar tidak hilang ditelan zaman. Selain itu, ia juga mendorong agar lagu-lagu Hasan M. Bahasyuan dapat diperkenalkan lebih luas kepada generasi muda, termasuk melalui pembelajaran di sekolah. (KB/*)






