JAKARTA,netiz.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, memimpin langsung audiensi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kementerian PPN/Bappenas di Menara Bappenas, Jakarta, guna memperjuangkan dukungan pembiayaan bagi sejumlah proyek strategis daerah yang menjadi prioritas pembangunan Sulawesi Tengah.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin (18/05/26) itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal Gubernur Sulawesi Tengah dengan Kementerian PPN/Bappenas pada 14 Januari 2026. Audiensi tersebut membahas percepatan dukungan anggaran terhadap berbagai Proyek Strategis Daerah (PSD), mulai dari hilirisasi kelapa dalam, pengembangan sektor tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, hingga pengembangan rumput laut.
Turut hadir dalam audiensi itu Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas Sukmo Harsono, Tenaga Ahli Menteri Frans B.M. Dabukke, serta Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho. Hadir pula para kepala daerah dan jajaran perangkat daerah dari Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, dan Donggala bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam paparannya, Wagub Reny menegaskan bahwa proyek-proyek strategis tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini tidak lain dan tidak bukan merupakan upaya percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah,” ujar Reny.
Menurutnya, audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif terkait mekanisme penganggaran, kebijakan fiskal, serta sinkronisasi program daerah dengan prioritas pembangunan nasional.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah ingin memastikan setiap usulan proyek yang diajukan dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat sehingga proses pelaksanaannya berjalan optimal dan akuntabel.
“Audiensi ini kami lakukan untuk menindaklanjuti arahan, masukan, dan klarifikasi teknis terkait mekanisme penganggaran serta kesesuaian usulan proyek dengan prioritas pembangunan nasional, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat,” jelasnya.
Reny juga menyampaikan bahwa seluruh usulan proyek strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah tercantum dalam dokumen RPJMN 2025–2029 sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Selain itu, usulan tersebut juga telah disinergikan dengan RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029 sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2025.
“Usulan kami telah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan, sehingga kami berharap dapat diikuti dengan dukungan pembiayaan atau alokasi anggaran dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Sulawesi Tengah turut memaparkan kesiapan sejumlah proyek unggulan daerah, di antaranya hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat. Selain itu, pengembangan kawasan perikanan tuna, cakalang, dan tongkol di Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut juga menjadi fokus pembahasan.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar proyek-proyek strategis daerah segera direalisasikan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan nasional. (KB/*)





