DONGGALA,netiz.id – Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap Nasrin (30), warga yang dilaporkan terjatuh dari perahu dan tenggelam di perairan Pantai Salumbone, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, Jumat (26/06/26), korban belum berhasil ditemukan. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, mulai dari penyisiran di permukaan laut, penyelaman di sekitar lokasi kejadian, hingga pemantauan udara menggunakan drone thermal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi pada Kamis (25/06/26) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, Nasrin bersama istri dan mertuanya berangkat menggunakan perahu dari Desa Labuan menuju Kota Donggala untuk membesuk anaknya yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Dalam perjalanan, korban berada di bagian belakang perahu sambil mendayung. Namun ketika perahu melintasi arus yang cukup deras, korban terjatuh ke laut dan terseret arus.
Mertua korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena derasnya arus di lokasi kejadian. Korban juga diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga langsung hilang dari pandangan.
Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi mengatakan bahwa operasi pencarian hari kedua diawali dengan briefing yang dipimpin koordinator lapangan pada pukul 07.00 WITA. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penerapan prosedur keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.
Selanjutnya, pada pukul 07.30 WITA, Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan pencarian dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet pada sektor pencarian yang telah ditentukan, sementara SRU 2 melakukan penyelaman di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban.
“Untuk memperluas area pencarian, tim juga mengerahkan drone thermal guna melakukan pemantauan udara dengan radius hingga lima kilometer dari lokasi kejadian. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban secara lebih efektif,” ucapnya.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, BPBD Kabupaten Donggala, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Donggala, Polsek Labuan, Satpolairud, aparat Desa Labuan, serta masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Nasrin. Pihak keluarga dan warga setempat berharap korban dapat segera ditemukan sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya. (Red)





