Kamis, 28 Mei 2026

Durian Poso Makin Dilirik, Pemkab Siapkan Packing House dan Pabrik Pengolahan

Bupati Verna
Bupati Poso, Verna Inkiriwang saat sambutan di Kantor BPK RI Sulteng. FOTO: BPK RI Sulteng

PALU,netiz.id – Potensi komoditas durian di Kabupaten Poso terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso kini mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor tersebut melalui pembangunan packing house hingga pabrik pengolahan durian guna meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

Bupati Poso, Verna Inkiriwang, mengatakan potensi durian Poso tidak hanya berada di kawasan Pamona Bersaudara, tetapi juga tersebar di wilayah Pesisir Bersaudara. Menurutnya, dua kawasan tersebut menjadi sentra penting pengembangan durian di Kabupaten Poso.

“Durian Poso itu ada di wilayah Pamona Bersaudara, tetapi juga ada di wilayah Pesisir Bersaudara. Artinya, potensi durian ini tersebar di dua kawasan yang memiliki produksi cukup besar,” ujar Verna usai menerima predikat WTP ke-9, Selasa (26/05/26), di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah.

Verna mengungkapkan, sejak 2022 Pemkab Poso sebenarnya telah berupaya menata dan mengembangkan sektor durian. Namun, hingga kini pemerintah masih menghadapi tantangan dalam membangun kerja sama yang terintegrasi dengan berbagai pihak melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Menurutnya, sejauh ini kerja sama yang berhasil dijalankan baru pada sektor kakao atau cokelat dengan sejumlah pembeli skala besar.

Meski demikian, upaya pengembangan durian terus berjalan. Bahkan, bulan lalu Pemkab Poso telah bertemu dengan Badan Karantina Nasional dan Ketua Asosiasi Pengusaha Durian Indonesia guna membahas strategi pengembangan durian di daerah tersebut.

“Berdasarkan data provinsi, produksi durian Kabupaten Poso merupakan yang terbesar di Sulawesi Tengah. Karena itu, kami sedang menindaklanjuti pembangunan packing house di Poso,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Poso juga tengah mendorong pembangunan pabrik pengolahan durian melalui kerja sama dengan kementerian terkait dan Asosiasi Pengusaha Durian Indonesia. Langkah ini dilakukan agar komoditas durian tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui produk olahan.

Salah satu wilayah yang dipertimbangkan menjadi lokasi pembangunan packing house ialah Pendolo. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi produksi durian yang cukup besar. Namun, rencana itu masih menghadapi kendala infrastruktur, khususnya pasokan listrik yang belum stabil.

Verna menjelaskan, kondisi kelistrikan yang sering terganggu mengakibatkan sejumlah fasilitas seperti freezer dan cool storage mengalami kerusakan. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Poso telah berkoordinasi dengan PLN pusat terkait penggantian gardu dan pembaruan jaringan kabel.

“Kami berharap pasokan listrik di wilayah tersebut bisa lebih baik sehingga investasi dapat masuk, termasuk pembangunan pabrik dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Selain Pendolo, pemerintah daerah juga tengah memetakan alternatif lokasi lain seperti Tentena, Lage hingga Poso Kota yang dinilai memiliki kondisi listrik lebih memadai.

Pemkab Poso berharap penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung dapat menarik minat investor untuk masuk dan mengembangkan industri durian di wilayah tersebut.

“Ke depan kami berharap ada investor yang dapat kami tarik masuk ke Poso. Itu juga sedang kami bangun bersama Asosiasi Pengusaha Durian Indonesia,” tutup Verna. (KB)