Jumat, 26 Juni 2026

Solidaritas Tanpa Batas, Insan Pendidikan Donggala Bantu Korban Gempa Sigi

Disdikpora Donggala
Kadisdikpora Donggala Ansyar Sutiadi (kiri) bersama Kadisdikbud Sigi Hajar Modjo (kedua kiri) saat penyaluran bantuan Peduli Gempa Sigi. FOTO: Dok Pribadi

DONGGALA,netiz.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar insan pendidikan Kabupaten Donggala. Melalui aksi kemanusiaan bertajuk Peduli Bencana Sigi, para tenaga pendidik dan jajaran pendidikan di Kabupaten Donggala menghimpun donasi untuk membantu masyarakat dan insan pendidikan yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Kamis, (25/06/26). Bupati Donggala, Vera E. Laruni, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, mengantarkan sekaligus menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi.

Bantuan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Hajar Modjo, yang hadir mewakili Bupati Sigi, Rizal Intjenae.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan donasi yang terkumpul merupakan bentuk solidaritas dan rasa persaudaraan dari insan pendidikan Donggala kepada saudara-saudara mereka di Kabupaten Sigi yang tengah menghadapi musibah gempa bumi.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan insan pendidikan Donggala kepada saudara-saudara kami di Sigi. Kami ingin hadir dan berbagi semangat agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan yang sedang dialami,” ujarnya.

Menurut Ansyar, solidaritas sesama insan pendidikan merupakan nilai yang telah lama tumbuh dan menjadi bagian dari budaya gotong royong di lingkungan pendidikan. Nilai tersebut tidak hanya diajarkan melalui proses belajar mengajar, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata saat terjadi musibah dan bencana.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter sejatinya tercermin dari kepedulian terhadap sesama, terutama ketika ada masyarakat yang membutuhkan dukungan dan bantuan.

Dalam kesempatan itu, Ansyar juga mengenang peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda wilayah Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala) pada tahun 2018. Saat itu, berbagai bantuan dari seluruh penjuru Indonesia datang untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

“Saya masih mengingat bagaimana saudara-saudara dan para sahabat insan pendidikan dari seluruh Indonesia datang memberikan bantuan, dukungan, dan semangat kepada kami. Kehadiran mereka menjadi energi untuk bangkit kembali dan melanjutkan aktivitas pembelajaran meski dalam kondisi yang sangat terbatas,” kenangnya.

Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi alasan kuat bagi insan pendidikan Donggala untuk ikut hadir membantu masyarakat Sigi yang saat ini sedang menghadapi musibah.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan motivasi untuk segera bangkit dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Kabupaten Sigi. Kami juga mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, dan perlindungan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini,” tutup Ansyar.

Aksi solidaritas yang ditunjukkan insan pendidikan Donggala tersebut menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong tetap hidup serta menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai bencana dan tantangan kehidupan. (KB/*)