Rabu, 10 Juni 2026

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung Lembaga Umat Islam

Menteri Nusron Wahid
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri acara Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (07/02/26). FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id — Pemerintah berencana membangun pusat perkantoran lembaga-lembaga Islam di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Lahan seluas 4.000 meter persegi di jantung ibu kota itu disiapkan untuk mendukung konsolidasi dan pemberdayaan umat.

Rencana tersebut diungkapkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sekaligus Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, di sela acara Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (07/02/26).

Menurut Nusron, penyediaan gedung tersebut merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di Indonesia.

“Penyediaan gedung ini adalah bentuk komitmen presiden terhadap kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan kantor bersama akan membuat lembaga-lembaga Islam lebih fokus pada program pemberdayaan masyarakat, tanpa terbebani biaya operasional yang besar setiap bulan.

“Supaya mereka tidak lagi terbebani biaya operasional tiap bulan, sehingga bisa fokus memberdayakan umat. Ini kita sambut positif. Apalagi umat Islam sebagai kekuatan mayoritas, jika terurus dengan baik tentu akan membantu bangsa ini berkembang,” kata Nusron.

Nusron menjelaskan, lokasi yang disiapkan merupakan bangunan ikonik yang sebelumnya digunakan sebagai Kedutaan Besar Inggris, di kawasan dekat Jalan Thamrin dan Hotel Grand Hyatt. Gedung tersebut akan difungsikan sebagai kantor bersama sejumlah lembaga keumatan.

Beberapa lembaga yang direncanakan berkantor di sana antara lain Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta organisasi keumatan lainnya.

Ia menambahkan, desain gedung tersebut direncanakan memiliki kapasitas besar, bahkan mencapai 40 lantai. Nantinya, setiap lembaga akan menempati ruang masing-masing dalam satu kompleks terpadu.

“Semua ada di situ, mulai dari ormas, MUI, BAZNAS, BWI, BPKH, Dewan Masjid, dan lainnya. Tujuannya untuk mengonsolidasikan kekuatan umat secara terpadu,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa lahan di Bundaran HI tidak hanya diisi hotel dan pusat perbelanjaan, tetapi juga harus memiliki gedung untuk kepentingan umat.

“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal. Nanti ada gedung yang diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam,” tegas Prabowo di hadapan sekitar 58 ribu jemaah yang hadir. (KB/*)