Sabtu, 18 Juli 2026

Warga Negara Israel di Malaysia Akan Dideportasi, Anwar Ibrahim Tegaskan Aturan

Warga negara Israel di Malaysia

KUALA LUMPUR, NETIZ Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa setiap warga negara Israel di Malaysia yang akan segera dideportasi dari wilayah kedaulatan negara tersebut pada 17/07. Pernyataan tegas ini menyusul adanya laporan mengenai dugaan keterlibatan seorang warga asing asal Israel dalam operasional komunitas hunian swasta di kawasan Forest City, Johor. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk konsistensi pemerintah yang tidak memberikan pengakuan diplomatik terhadap Israel.

Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan oleh otoritas keamanan untuk memastikan tidak ada warga negara Israel di Malaysia yang beraktivitas tanpa izin khusus. Pemerintah Malaysia secara menutup pintu bagi pemegang paspor Israel guna menjaga kedaulatan dan prinsip politik luar negeri mereka. Seluruh jajaran imigrasi telah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pintu masuk negara.

“Malaysia memiliki kebijakan tegas untuk tidak mengakui Israel dan tidak akan mengizinkan kehadiran warga negara Israel dalam bentuk apa pun di negara tersebut,” kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Kasus ini mencuat setelah Jabatan Imigresen Malaysia melakukan pemeriksaan terhadap 266 warga asing di komunitas internasional Forest City. Meskipun sebagian besar pendatang memiliki dokumen sah, muncul kecurigaan adanya individu yang masuk menggunakan paspor kewarganegaraan ganda untuk menyamarkan identitas asli mereka. Otoritas kini fokus melacak kemungkinan adanya warga negara Israel di Malaysia yang menggunakan modus tersebut.

Anwar Ibrahim juga memerintahkan badan keamanan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua jalur masuk dan izin tinggal jangka panjang bagi ekspatriat. Isu keberadaan warga negara Israel di Malaysia ini menjadi perhatian serius setelah pemerintah Johor meminta tingkat federal untuk menyelesaikan masalah tersebut. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi infiltrasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Sikap keras ini memperkuat posisi diplomatik Malaysia sebagai pendukung setia kemerdekaan Palestina di kancah internasional. Otoritas keamanan memastikan bahwa setiap pelanggaran terhadap protokol imigrasi terkait warga negara Israel di Malaysia akan ditindak tanpa kompromi demi keamanan negara. Deportasi segera akan menjadi langkah akhir bagi siapa pun yang terbukti melanggar kedaulatan ini. (KB/*)