PALU, NETIZ – Update harga beras di Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan pada varietas premium yang kini menyentuh angka Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kilogram pada 21/05.
Penurunan ini tergolong signifikan jika dibandingkan dengan harga beras premium pada pekan sebelumnya yang sempat menembus Rp 18.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di Sulawesi Tengah untuk jenis Medium SPHP masih terpantau stabil pada posisi Rp 12.500.
Untuk komoditas beras Super II, harga di pasaran saat ini belum mengalami perubahan berarti dengan rata-rata penjualan Rp 16.900 per kilogram. Pemerintah daerah memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan beras di pasar tetap lancar demi menjaga stabilitas harga,” kata perwakilan Tim Pengendali Inflasi Daerah Sulawesi Tengah.
Guna menjaga stabilitas harga beras di Sulawesi Tengah, pihak pemerintah provinsi menggandeng Perum Bulog untuk menggencarkan operasi pasar secara rutin. Program ini ditekankan untuk mencegah spekulasi harga di tingkat pengecer.
Pelaksanaan operasi pasar tersebut kini difokuskan pada wilayah Parigi Moutong serta beberapa kota lain di wilayah Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga daya beli warga sekaligus mengontrol laju inflasi di daerah tersebut. (KB/*)





