MANCHESTER, NETIZ – Pelatih legendaris Pep Guardiola memberikan analisis mendalam mengenai laga Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dalam perebutan gelar juara paling bergengsi. Guardiola meyakini bahwa pertandingan sebesar ini akan sangat ditentukan oleh detail-detail kecil di lapangan hijau. Menurutnya, penguasaan lini tengah akan menjadi faktor krusial bagi tim asuhan Luis de la Fuente untuk mengunci kemenangan di Final Piala Dunia 2026 nanti.
Mantan pelatih Barcelona itu secara khusus menyoroti peran Rodri sebagai motor serangan utama yang pernah ia latih selama tujuh musim. Ia percaya sinergi antara Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal akan memberikan keunggulan strategis bagi skuad La Roja menghadapi kekuatan juara bertahan Argentina.
“Jika Rodri mampu tampil dalam performa terbaiknya di lini tengah bersama Pedri dan Lamine Yamal, Spanyol akan mampu menciptakan perbedaan,” kata Pep Guardiola.
Dalam wawancara eksklusif bersama platform OKX, Guardiola juga memuji ketenangan Lamine Yamal di atas lapangan. Meskipun sang pemain muda sempat mengalami kendala kebugaran akibat cedera selama turnamen, mentalitasnya dinilai sangat matang untuk pemain seusianya dalam menghadapi tekanan besar.
“Lamine Yamal datang dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima karena cedera yang baru dialaminya. Namun, mengingat usianya yang masih muda, ia memiliki kemampuan luar biasa dalam menghadapi tekanan dan bisa menentukan hasil pertandingan seorang diri,” ujar Pep Guardiola.
Di sisi lain, Guardiola juga menyinggung masa depannya setelah menghabiskan satu dekade di Liga Inggris. Ia mengisyaratkan ingin beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan demi mencari pengalaman baru setelah bertahun-tahun berada di level tertinggi sejak memulai karier pada usia muda.
“Saya memulai karier sebagai pelatih pada usia 37 tahun di Barcelona, dan sekarang saya berusia 56 tahun. Saya membutuhkan pengalaman baru. Saat ini saya merasa sangat bahagia,” ucap Pep Guardiola.
Argentina sendiri berambisi mempertahankan mahkota juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya di Qatar. Sementara itu, Spanyol mengejar trofi kedua mereka setelah sukses bersejarah di Afrika Selatan pada 11/07/2010 silam. Pertarungan taktik antara kedua tim besar ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga menit akhir di Final Piala Dunia 2026. (KB/*)





