PALU,netiz.id — DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melalui Komisi II menyusun sejumlah rekomendasi strategis guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat internal Komisi II yang digelar di ruang sekretariat komisi, Senin (23/02/26). Rapat dipimpin Ketua Komisi II Yus Mangun, didampingi Wakil Ketua Sonny Tandra serta Sekretaris Ronald Gulla. Sejumlah anggota turut hadir, termasuk Henri Kusuma Muhidin.
Dalam pembahasan, Komisi II menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah secara produktif dan profesional. Skema kerja sama usaha dinilai dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan aset yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD.
Selain itu, validasi dan inventarisasi ulang data aset menjadi perhatian serius. Komisi II menilai masih terdapat ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan. Pembenahan data dianggap krusial untuk mencegah potensi kerugian daerah serta memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Rekomendasi strategis yang disusun juga akan menjadi acuan dalam agenda kunjungan kerja antar daerah. Melalui studi komparatif, Komisi II berupaya mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan sektor unggulan yang terbukti mampu meningkatkan PAD secara signifikan.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Palu serta kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah.
Dengan langkah terukur dan berbasis data, Komisi II optimistis potensi aset daerah dapat dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah. (KB/*)






