Minggu, 3 Mei 2026
Daerah  

Kapal Terbalik di Pangkep, Tim Kesehatan dan Pejabat Kecamatan Jadi Korban

kapal KLM Fitri Jaya
Warga dan tim gabungan mengevakuasi salah satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan kapal KLM Fitri Jaya yang terbalik di perairan antara Sungai Pangkajene dan Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/12/25). FOTO: istimewa

PANGKEP,netiz.id – Kecelakaan kapal laut terjadi di perairan antara Sungai Pangkajene dan Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/12/25) sekitar pukul 11.00 Wita. Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk tim kesehatan dan pejabat kecamatan.

Kapal KLM Fitri Jaya yang dikemudikan Dg Nasru dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Sungai Pangkajene menuju Pulau Sarappo pada pukul 08.40 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal membawa 11 penumpang serta bantuan kemanusiaan berupa 40 sak semen dan 40 unit jamban dari Dompet Dhuafa. Penumpang kapal terdiri atas tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Sulawesi Selatan, petugas Puskesmas Sarappo, serta Camat Liukang Tupabbiring, Fitri Mubarak, S.Sos.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing Imran selaku Koordinator LKC Sulsel, Fitri Mubarak, S.Sos selaku Camat Liukang Tupabbiring, serta Bidan Darma yang bertugas di Pulau Sarappo.

Sementara itu, penumpang lainnya berhasil selamat dan dievakuasi ke Pulau Sarappo dengan bantuan warga sekitar. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan perahu milik nelayan setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, membenarkan adanya kecelakaan kapal tersebut. Ia mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penjemputan serta penanganan korban.

“Saat ini kami menuju lokasi untuk menjemput korban di Pulau Podang-Podang bersama tim gabungan dari BPBD Pangkep, SAR Pangkep, dan Syahbandar Pangkep dengan menggunakan kapal patroli,” ujar Akbar Yunus kepada awak media.

Ia menambahkan, jenazah para korban rencananya akan dibawa ke Pangkajene dan Makassar untuk proses penanganan lebih lanjut. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan korban serta penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut. (KB/*)