Menu

Mode Gelap

Daerah · 9 Nov 2025

Alfian Chaniago Sebut Banyak Honorer Tertekan, Seleksi PPPK Harus Diusut Tuntas


					Anggota DPRD Kota Palu saat mengikuti rapat bersama para honorer yang hadir menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyimpangan dalam seleksi PPPK di ruang rapat DPRD Palu. FOTO: FS  (Rizal) Perbesar

Anggota DPRD Kota Palu saat mengikuti rapat bersama para honorer yang hadir menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyimpangan dalam seleksi PPPK di ruang rapat DPRD Palu. FOTO: FS (Rizal)

,netiz.id — Legislator Gerindra Kota Palu, H. Alfian Chaniago, mendesak Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas dugaan praktik , kolusi, dan nepotisme (KKN) serta gratifikasi dalam proses seleksi Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (). Desakan tersebut muncul setelah banyak honorer mengaku tertekan akibat berbagai dugaan penyimpangan yang mencuat dalam proses pengangkatan PPPK.

Alfian mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi dari internal dinas terkait adanya PPPK yang terpaksa menggadaikan Surat Keputusan (SK) ke bank demi melunasi “komitmen fee” kelulusan. Temuan ini disebutnya sebagai indikasi kuat bahwa praktik telah terjadi dan perlu segera diusut.

“Informasi ini bukan isapan jempol. Langsung dari dinas. Maka harus ada Pansus untuk membuktikan dugaan ini supaya tidak jadi bola liar di tengah masyarakat, khususnya bagi honorer yang tidak lolos seleksi,” tegas Alfian Chaniago, Minggu (09/11/25) malam.

Ia menyoroti bahwa honorer kategori R2 dan R3 yang sudah siap bertugas justru masih menghadapi ketidakpastian. Menurutnya, mereka layak diberi dan formasi yang jelas agar bisa memenuhi syarat kelulusan sebagai PPPK.

Tak hanya itu, Alfian menilai adanya indikasi “PPPK siluman” yang diloloskan secara terstruktur, sehingga mengabaikan honorer berpengalaman yang telah lama mengabdi. Ia menegaskan, DPRD Palu tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

“Sebagai anggota dewan, kami berkewajiban mengejar dan mengungkap dugaan KKN dan gratifikasinya,” ujarnya.

Lebih jauh, Alfian menambahkan bahwa jika benar ada tawaran kelulusan dengan biaya sekitar Rp30 juta, maka banyak honorer, termasuk yang sudah mengabdi hingga 18 tahun, pasti berusaha memenuhi permintaan tersebut. Situasi ini, menurutnya, membuat para honorer berada dalam tekanan besar.

Ia juga menyerukan agar para honorer yang tergabung dalam aliansi tetap solid dan tidak gentar menghadapi intimidasi dari oknum yang diduga ingin menutupi praktik-praktik tersebut.

“Kepada , kami minta untuk menunda pencairan PPPK sampai persoalan ini benar-benar clear and clean. Jangan sampai sistem yang sudah terindikasi menyimpang sejak awal dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Alfian menekankan bahwa pengusutan tuntas kasus ini penting bukan hanya untuk melindungi honorer, tetapi juga untuk menjaga integritas sistem seleksi PPPK agar tetap adil, transparan, dan bebas dari praktik curang. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SMA Kristen Bala Keselamatan Palu Serius Benahi Perpustakaan Jelang Akreditasi

14 Januari 2026 - 06:49

Dispusaka Sulteng

Dispusaka Sulteng Awali 2026 dengan Penegasan Disiplin dan Layanan Publik

14 Januari 2026 - 06:31

Dispusaka Sulteng

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid dan Menteri KLH Sepakat Perketat Pengawasan Pertambangan di Sulteng

13 Januari 2026 - 15:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala
Trending di Daerah