Sabtu, 2 Mei 2026

RSUD Undata Palu Cetak Sejarah, Kateterisasi Jantung Anak Kini Bisa Dilakukan di Sulawesi Tengah

Wagub Reny
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, bersama manajemen RSUD Undata Palu meninjau langsung pelaksanaan operasi jantung terbuka dan kateterisasi jantung anak, Jumat (10/04/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.id – RSUD Undata Palu berhasil mencetak sejarah baru setelah untuk pertama kalinya melaksanakan operasi jantung terbuka dan kateterisasi jantung bagi anak di Sulawesi Tengah, Jumat (10/04/26).

Pelayanan medis berteknologi tinggi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah, terutama bagi keluarga pasien yang selama ini harus mengeluarkan biaya besar untuk berobat ke luar daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menilai keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah dijangkau masyarakat.

Dalam kunjungannya ke RSUD Undata, Reny menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan hari pertama tindakan kateterisasi jantung bawaan pada anak berjalan lancar.

“Hari ini saya bersama seluruh manajemen Rumah Sakit Undata menyaksikan langsung pelaksanaan kateterisasi jantung bawaan pada anak-anak di Sulawesi Tengah. Alhamdulillah, semua berjalan lancar, sesuai harapan,” katanya.

Sebanyak 10 pasien anak dijadwalkan menjalani tindakan medis selama dua hari. Lima pasien telah ditangani pada hari pertama, sementara lima pasien lainnya akan menjalani prosedur serupa pada hari berikutnya.

Menurut Reny, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sengaja menghadirkan dokter spesialis dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk mempercepat peningkatan layanan jantung di daerah.

“Kami melakukan ini agar lebih efisien. Pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Jakarta. Justru kami menghadirkan langsung dokter-dokter ahli dari Rumah Sakit Harapan Kita ke Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Seluruh biaya tindakan ditanggung melalui program Berani Sehat yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh layanan medis tanpa harus terbebani biaya tambahan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan manajemen RSUD Undata juga memberikan apresiasi kepada tim dokter dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta atas dukungan dan pendampingan yang diberikan.

Ke depan, keberhasilan ini diharapkan menjadi awal lahirnya pusat layanan jantung yang lebih maju di Sulawesi Tengah sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada rumah sakit di luar daerah. (KB/*)