JAKARTA,netiz.id — Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menegaskan bahwa kegiatan reses anggota DPRD tidak boleh hanya menjadi formalitas atau agenda rutin tahunan semata.
Pesan itu disampaikan Bunda Wiwik usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Wilayah Khusus yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta.
Dalam kegiatan yang diikuti anggota DPRD dari berbagai wilayah khusus, termasuk Sulawesi Tengah itu, salah satu materi yang dibahas adalah tentang pentingnya reses sebagai sarana menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Dalam Bimtek disampaikan catatan penting yang bisa kami simpulkan, bahwa reses bukan tentang berapa banyak yang kita dengar, tetapi berapa banyak yang kita perjuangkan hingga berhasil,” kata Bunda Wiwik, Kamis (09/04/26).
Menurut Wiwik, anggota DPRD dari PKS diharapkan tidak membiarkan munculnya anggapan bahwa reses hanya sekadar agenda seremonial tanpa hasil yang nyata.
Ia menilai, reses harus menjadi jembatan yang mampu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, setiap aspirasi yang disampaikan warga tidak berhenti pada saat pertemuan berlangsung, tetapi benar-benar dikawal hingga terealisasi.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga dan kita wujudkan,” ujarnya.
Wiwik menambahkan, kekuatan seorang anggota DPRD bukan diukur dari banyaknya usulan yang diterima saat reses, melainkan dari kemampuan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“DPRD yang kuat bukan yang banyak menerima usulan, tetapi yang mampu menghadirkan perubahan nyata,” tandasnya.
Bimtek Wilayah Khusus DPP PKS tersebut berlangsung selama lima hari dan dimulai sejak Selasa (07/04/26) di Jakarta. Kegiatan itu diikuti anggota DPRD PKS dari berbagai daerah dengan tujuan memperkuat kapasitas legislator dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan pelayanan kepada masyarakat. (KB/*)






