BALI,netiz.id – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Adi Prabowo, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan fasilitas pemerintah yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ke Dinas PUPR-Perkim Provinsi Bali, Kamis (02/07/26).
Menurut Politisi NasDem dapil Banggai bersaudara itu, bangunan pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan publik, tetapi juga harus menjadi representasi identitas daerah yang mencerminkan karakter dan kekayaan budaya masyarakat Sulawesi Tengah.
“Bangunan pemerintah bukan hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan publik, tetapi juga harus menjadi representasi identitas daerah yang mencerminkan kekayaan budaya serta karakter masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Dandy.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Sulawesi Tengah mempelajari berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam desain dan pembangunan gedung pemerintah.
Dandy menilai konsep pembangunan berbasis budaya yang diterapkan Bali dapat menjadi referensi strategis bagi Sulawesi Tengah, khususnya dalam memperkuat identitas daerah melalui pembangunan infrastruktur.
Selain itu, Komisi III juga membahas pentingnya pelibatan budayawan, tokoh adat, dan pemangku kepentingan lainnya sejak tahap perencanaan pembangunan agar nilai-nilai budaya yang dituangkan dalam desain bangunan benar-benar mencerminkan filosofi dan karakter daerah.
Sebagai komisi yang membidangi infrastruktur, Dandy menegaskan bahwa pembangunan harus tetap memperhatikan standar teknis bangunan, termasuk aspek keselamatan konstruksi, ketahanan terhadap gempa, dan aksesibilitas bagi masyarakat.
Ia berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat memperkuat sinergi antara regulasi, perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan di Sulawesi Tengah sehingga setiap proyek pemerintah tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat.
“Komisi III DPRD Sulawesi Tengah akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang mampu mengharmoniskan pembangunan modern dengan pelestarian budaya lokal demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter,” tutupnya. (KB/*)






