DONGGALA,netiz.id – Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Mohamad Yasin, meminta agar hasil panen petani di Kecamatan Sojol dapat diserap langsung oleh Bulog dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tanpa melalui tengkulak.
Permintaan tersebut disampaikan Mohamad Yasin saat menghadiri Gerakan Panen Raya Padi Sawah di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu (15/04/26).
Menurut Yasin, selama ini petani sering dirugikan karena harga gabah dipermainkan tengkulak. Karena itu, DPRD Donggala akan mendorong Bulog dan BUMDes membeli gabah langsung dari petani dengan harga yang layak.
“Gabah Bapak Ibu harus dibeli dengan harga yang bagus. Kami akan dorong Bulog dan BUMDes membeli langsung dari petani, jangan lewat tengkulak yang memainkan harga,” tegas Yasin.
Selain mendorong penyerapan gabah, Politisi NasDem asal Balaesang Tanjung itu juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran untuk irigasi, pupuk bersubsidi, dan alat mesin pertanian.
Ia menyebut Sojol memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan luas lahan sekitar 800 hektare dan dua kali musim tanam dalam setahun, nilai panen petani Sojol diperkirakan bisa melampaui Rp100 miliar per tahun apabila didukung sarana pertanian yang memadai.
Menurut Yasin, alat dan mesin pertanian modern sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus menekan biaya produksi.
Tak hanya itu, DPRD Donggala juga akan mendorong hilirisasi beras Siboang agar memiliki nilai tambah di tingkat desa. Dengan begitu, hasil pertanian Donggala tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Yasin memastikan DPRD Donggala akan terus mengawal kebijakan dan anggaran sektor pertanian agar kesejahteraan petani semakin meningkat. (KB/*)






