PALU,netiz.id – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyerahkan secara simbolis hewan kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat, Rabu (27/05/26).
Penyerahan hewan kurban berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum Idul Adha tahun ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen daerah dalam berbagi keberkahan kepada sesama.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya jumlah hewan kurban tahun ini, termasuk bantuan Presiden Republik Indonesia yang kembali disalurkan ke Sulawesi Tengah.
“Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini Sulawesi Tengah mendapatkan 14 ekor sapi bantuan Presiden, satu ekor untuk provinsi dan masing-masing satu ekor untuk setiap kabupaten/kota,” ujar Anwar Hafid.
Selain bantuan Presiden, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan juga mengalokasikan lima ekor sapi untuk setiap kabupaten/kota. Semangat berkurban turut ditunjukkan perangkat daerah, para pengusaha, hingga tokoh masyarakat yang ikut membantu warga membutuhkan.
“Tahun ini luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran dan kondisi bangsa saat ini, semangat berkurban masyarakat dan jajaran pemerintah tetap tinggi,” ungkapnya.
Khusus di Masjid Raya Baitul Khairaat, panitia menerima 10 ekor sapi dan enam ekor kambing yang nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk panti asuhan dan warga kurang mampu.
Salah satu hewan kurban yang menjadi perhatian warga ialah sapi bantuan Presiden RI bernama “Kentung”. Sapi berusia empat tahun dengan bobot mencapai 922 kilogram itu menarik perhatian masyarakat karena ukurannya yang besar.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid bersama keluarga juga menyerahkan satu ekor sapi kurban khusus untuk Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada masyarakat.
Panitia kurban menyiapkan sebanyak 1.850 kupon pembagian daging kurban yang diprioritaskan bagi masyarakat sekitar masjid dan panti asuhan.
Menurut Anwar Hafid, Hari Raya Idul Adha bukan sekadar prosesi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Pengorbanan itu artinya pemerintah bekerja keras menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara masyarakat memberikan dukungan dan doa kepada pemerintah. Dengan kerja keras dan doa bersama, insyaallah keberkahan akan turun untuk daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.
Ia berharap semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha terus mempererat persaudaraan dan membawa keberkahan bagi Sulawesi Tengah.
“Mudah-mudahan Sulawesi Tengah semakin berkah, semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin aman,” pungkasnya. (KB/*)






