Selasa, 30 Juni 2026

Gubernur Anwar Hafid Minta Perusahaan Tambang Terapkan Good Mining Practice di Sulawesi Tengah

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menyampaikan sambutan pada penutupan Environmental Fest 2026 di Palu, Minggu (28/06/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meminta seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah untuk menerapkan prinsip good mining practice guna memastikan aktivitas pertambangan berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menutup rangkaian kegiatan Environmental Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu (28/6/2026).

Menurut Gubernur, sektor pertambangan merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, aktivitas eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Yang harus kita lakukan adalah menjaga agar hutan tetap lestari, lingkungan tetap asri, sementara pemanfaatan sumber daya alam berjalan dengan tata kelola yang baik,” ujar Anwar Hafid.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan demi menciptakan pembangunan berkelanjutan yang dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Sebagai contoh, Anwar mengungkapkan pengalamannya saat bertugas di Sorowako, Sulawesi Selatan. Menurutnya, aktivitas pertambangan di kawasan tersebut mampu berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk keberadaan Danau Matano dan Danau Towuti yang tetap terjaga hingga saat ini.

“Pertambangan bisa berjalan dengan baik tanpa harus merusak lingkungan apabila seluruh pihak berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan yang benar,” katanya.

Selain menyoroti tata kelola pertambangan, Anwar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ia menilai, dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah yang mencapai sekitar 3,7 juta jiwa, upaya sederhana seperti menanam satu pohon dapat memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Gubernur juga menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya penebangan pohon penghijauan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem dan penyerap karbon. Karena itu, ia mendorong gerakan penanaman pohon secara masif, termasuk melibatkan aparatur sipil negara (ASN), dunia usaha, dan masyarakat.

Tak hanya itu, Anwar turut mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak lagi sekadar limbah, melainkan dapat menjadi sumber nilai ekonomi apabila dikelola melalui proses daur ulang yang tepat.

Menutup sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

“Mari kita bersinergi, bekerja untuk iklim, menyelamatkan bumi, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” pungkasnya.