Rabu, 1 Juli 2026

Gubernur Anwar Hafid: Anak Miskin Harus Bisa Sekolah, Ini Makna Sulteng Nambaso

Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan kuliah tamu di Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu terkait visi Sulteng Nambaso dan pembangunan SDM, Senin (29/06/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar Sulteng Nambaso. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pendidikan masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menjadi pembicara dalam Kuliah Tamu bertema “Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah” di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu pada Senin (29/06/26).

Di hadapan Rektor Universitas Alkhairaat Dr. Muhammad Yasin, M.P., dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika, Anwar mengungkapkan bahwa lahirnya visi Sulteng Nambaso berangkat dari hasil kajian mendalam terhadap kondisi pendidikan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menemukan fakta bahwa sekitar 50 persen lulusan SMP tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Sementara itu, sekitar 50 persen lulusan SMA juga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Setiap tahun ada sekitar 12 ribu lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah. Setelah kami telusuri, penyebab utamanya bukan karena mereka tidak ingin sekolah, tetapi karena keterbatasan biaya,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, dari kondisi tersebut lahirlah konsep Nambaso, yang merupakan akronim dari Anak Miskin Bisa Sekolah. Filosofi itu kemudian berkembang menjadi visi besar pembangunan daerah yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Anak-anak Sulawesi Tengah tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi. Anak miskin harus bisa sekolah. Itulah makna utama dari Sulteng Nambaso,” tegasnya.

Anwar menilai, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Sulawesi Tengah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui program Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan berbagai dukungan pendidikan mulai dari tingkat SMA dan SMK hingga perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebagai pelengkap dana BOS dari pemerintah pusat guna mengurangi beban biaya yang ditanggung orang tua siswa.

“Saya yakin Sulawesi Tengah hanya akan maju jika pendidikannya maju. Tidak ada daerah besar tanpa sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga memaparkan strategi pembangunan daerah melalui program 9 Berani, yang menjadi arah kebijakan pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido.

Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal.

Selain memaparkan program pembangunan, Anwar turut mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung transformasi daerah. Ia berharap kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun solusi berbasis riset terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Menurutnya, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat diarahkan untuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka secara langsung, lalu melahirkan solusi melalui riset dan inovasi. Dengan cara itu, kampus benar-benar memberikan dampak bagi daerah,” ujarnya.

Anwar optimistis sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya visi Sulteng Nambaso, yakni Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. (KB/*)