DONGGALA,netiz.id — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala mulai mendorong program pemetaan domisili bagi guru dan kepala sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Program ini bertujuan menata distribusi tenaga pendidik agar lebih efektif, terutama dengan mendekatkan tempat tinggal guru dengan sekolah tempat mereka bertugas.
Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan peningkatan mutu pendidikan sangat bergantung pada kompetensi tenaga pengajar. Karena itu, pihaknya mulai melakukan penataan melalui pemetaan domisili.
“Peningkatan mutu pendidikan itu kuncinya ada pada kompetensi guru. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah mendekatkan guru dan kepala sekolah dengan tempat tugasnya,” ujar Ansyar saat ditemui di rumah dinasnya, Senin (23/03/26).
Untuk mendukung program tersebut, Disdikpora Donggala telah menyiapkan sistem pendataan daring yang wajib diisi oleh seluruh tenaga pendidik.
Melalui data tersebut, dinas dapat memetakan keterkaitan antara tempat tinggal guru, lokasi sekolah, serta beban tugas yang dijalankan di lapangan.
Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pengumpulan data.
Ansyar mengungkapkan, masih ada beberapa kepala sekolah yang belum mengisi data pada sistem yang telah disediakan.
“Ini pekerjaan besar. Sampai sekarang masih ada kepala sekolah yang belum mengisi link pendataan. Padahal pemetaan ini tidak bisa dilakukan jika datanya belum lengkap,” tegasnya.
Ia menambahkan, jarak tempuh yang terlalu jauh antara rumah dan sekolah berpotensi memengaruhi efektivitas kinerja guru.
Karena itu, melalui program pemetaan domisili ini, Disdikpora berharap penataan tenaga pendidik dapat berjalan lebih optimal sehingga proses belajar mengajar di sekolah menjadi lebih efektif. (KB/*)






