Sabtu, 2 Mei 2026

Akademisi Untad Sebut Program Berani Cerdas Jadi Kunci Peningkatan IPM Sulawesi Tengah

Djayani Nurdin
Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Djayani Nurdin. FOTO: istimewa

PALU,netiz.id – Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut. Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Djayani Nurdin, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Djayani, Program Berani Cerdas tidak hanya berfokus pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan jangka panjang yang mampu menekan angka kemiskinan melalui peningkatan kapasitas masyarakat.

“Secara konseptual dan empiris, Program Berani Cerdas ini menjawab dua hal sekaligus, yakni memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM. Ini bukan sekadar program populis, tetapi kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian IPM Sulawesi Tengah yang meningkat menjadi 72,82 atau naik 0,80 persen dari tahun sebelumnya tidak terlepas dari kontribusi sektor pendidikan yang diperkuat melalui program tersebut. Pendidikan, kata dia, merupakan investasi terbesar dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kalau kita bicara pembangunan jangka panjang, investasi terbesar itu ada di pendidikan. Program ini mempercepat peningkatan Indeks Modal Manusia (IMM), yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif,” jelasnya.

Program Berani Cerdas sendiri mencakup berbagai intervensi konkret, mulai dari penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar lebih dari Rp40,9 miliar untuk SMA, SMK, dan SLB, pembiayaan praktik kerja industri (Prakerin) serta uji kompetensi siswa SMK sebesar Rp27 miliar, hingga penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.

Tidak hanya itu, pada jenjang perguruan tinggi, program ini juga menjangkau 23.568 mahasiswa di lebih dari 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp84 miliar pada tahun 2025. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyediakan beasiswa magister bagi guru guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

Djayani menilai, keberhasilan program ini terlihat dari kemampuannya menekan angka putus sekolah dan putus kuliah, terutama di kalangan masyarakat prasejahtera.

“Dengan pendekatan inklusif, program ini memastikan tidak ada anak daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Ini yang membuatnya memiliki dampak sosial yang sangat signifikan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Program Berani Cerdas memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 14 Tahun 2025 yang telah diperbarui dengan Pergub Nomor 34 Tahun 2025, serta sejalan dengan amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Menanggapi berbagai catatan dari DPRD, Djayani menilai evaluasi merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan tata kelola, bukan penghentian program.

“Kalau ada kekurangan, maka yang dilakukan adalah perbaikan tata kelola, penguatan data, dan peningkatan pengawasan, bukan menghentikan program yang sudah terbukti memberikan manfaat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebelumnya juga menegaskan bahwa Program Berani Cerdas merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan telah menjadi bagian integral dalam RPJMD 2025–2029.

Dengan capaian tersebut, Program Berani Cerdas dinilai tidak hanya memiliki legitimasi hukum, tetapi juga legitimasi sosial dan akademik sebagai kebijakan publik yang berdampak nyata bagi masa depan Sulawesi Tengah. (KB/*)