DONGGALA,netiz.id – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menilai Buya Subi Festival 2026 menjadi momentum penting untuk membawa tenun khas Donggala menembus pasar internasional.
Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik itu, festival tersebut bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi para perajin tenun dan pelaku UMKM untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global.
“Festival ini bukan sekadar agenda budaya. Buya Subi Festival 2026 menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan tenun khas Donggala yang bernilai tinggi dan layak dikenal dunia,” ujar Bunda Wiwik, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, tenun Donggala telah lama menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki ciri khas tersendiri. Beragam motif yang dimiliki tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tengah.
“Nilai filosofis yang terkandung dalam setiap motif itulah yang menjadikan tenun Donggala memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat, khususnya para pecinta seni dan budaya,” katanya.
Bunda Wiwik berharap penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, festival tersebut harus mampu melahirkan kolaborasi strategis yang berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pemberdayaan UMKM, industri kreatif, serta penguatan sektor pariwisata.
Ia optimistis kehadiran berbagai pihak dalam festival tersebut akan memperluas jejaring promosi tenun Donggala ke pasar internasional.
“Apalagi dalam festival ini turut hadir CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Zuhal Kuvan Mills. Kehadiran beliau menjadi peluang besar bagi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan tenun khas Donggala kepada pasar global dan membuka akses kerja sama yang lebih luas,” tegas Bunda Wiwik yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah.
Diketahui, Buya Subi Festival 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Eco Fashion Week Australia (EFWA). Festival ini digelar sebagai upaya memperkuat pelestarian tenun Donggala sekaligus meningkatkan daya saing produk budaya lokal di pasar nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap tenun Donggala tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu tampil sebagai salah satu produk budaya Indonesia yang memiliki daya saing di pasar fesyen dunia.





