PALU,netiz.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat sektor ekspor komoditas unggulan daerah sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas rata-rata nasional.
Salah satu komoditas yang kini menjadi andalan adalah durian. Sepanjang Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah tercatat berhasil mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.
Data tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), H. Abdul Kadir Karding, yang diterima langsung Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/05/26).
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat produksi durian terbesar di Indonesia bahkan dunia.
“Sulawesi Tengah menuju Raja Durian Dunia,” tegas Anwar Hafid.
Menurutnya, ekspor durian dan kelapa saat ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis komoditas unggulan.
Ia menyebut, selain sektor industri pengolahan, komoditas pertanian dan perkebunan memiliki kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan,” ujarnya.
Anwar Hafid juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sulawesi Tengah telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Hainan, Tiongkok, di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan hingga perdagangan ekspor.
Menurutnya, pasar Tiongkok, khususnya Hainan, menunjukkan minat besar terhadap durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah.
Sebagai bentuk penguatan konektivitas perdagangan internasional, pemerintah juga merencanakan pembukaan penerbangan langsung Guangzhou–Palu melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri pada 10 Juli 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa Barantin kini tidak hanya berperan sebagai “penjaga pintu”, tetapi juga menjadi akselerator ekonomi nasional.
Ia mengatakan, Badan Karantina Indonesia memiliki tugas penting dalam memastikan keamanan dan mutu pangan agar komoditas Indonesia mampu bersaing di pasar global.
“Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” katanya.
Karding menilai kualitas durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah memiliki daya saing tinggi dan diminati pasar internasional, khususnya Tiongkok.
“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” tambahnya.
Ia juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium karantina di Sulawesi Tengah guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional serta mendukung hilirisasi produk unggulan daerah. (KB/*)






