Jumat, 24 April 2026

Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan Dorong Percepatan ILASPP 2026

ATR BPN RI
Peserta lintas kementerian, lembaga, dan World Bank mengikuti Kick Off Implementation Support Mission ILASPP di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (21/04/26). FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mempercepat pelaksanaan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) tahun 2026.

Hal itu disampaikan Dalu Agung Darmawan saat membuka kegiatan Kick Off Implementation Support Mission ILASPP di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (21/04/26).

Menurutnya, keberhasilan proyek ILASPP tidak hanya bergantung pada Kementerian ATR/BPN, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari seluruh satuan kerja dan lembaga yang terlibat, termasuk Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ibu dan Bapak sekalian, kami meminta partisipasi aktif dari setiap satker untuk terus berkomunikasi dan berdiskusi secara intensif agar kendala-kendala dalam pelaksanaan ILASPP ini dapat diatasi,” ujar Dalu Agung Darmawan.

Implementation Support Mission ILASPP dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi progres proyek, mengidentifikasi berbagai kendala strategis, sekaligus menyusun langkah percepatan pelaksanaan di seluruh komponen program.

Adapun pembahasan dalam forum tersebut meliputi pengadaan, pengelolaan keuangan, hingga implementasi teknis di lapangan.

ILASPP sendiri merupakan proyek pengelolaan pertanahan dan tata ruang terintegrasi yang dirancang berjalan selama lima tahun, yakni periode 2025-2029. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dengan dukungan pendanaan dari World Bank.

Dalu Agung Darmawan menjelaskan, sejumlah target fisik ILASPP tahun 2026 telah ditetapkan. Namun, ia menilai pelaksanaan di lapangan masih perlu dipercepat agar target yang telah disusun dapat tercapai sesuai jadwal.

“Besar harapan kami, kegiatan ILASPP tidak hanya memberikan manfaat nyata, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan pertanahan dan tata ruang di republik ini,” katanya.

Sementara itu, perwakilan World Bank yang juga Senior Land Administration Specialist sekaligus Task Team Leader ILASPP, Willem van der Muur, mengapresiasi kinerja seluruh satker lintas kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proyek tersebut.

Menurut Willem, ILASPP menjadi salah satu proyek dengan performa terbaik dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada tim pelaksana serta lembaga swadaya masyarakat yang telah berperan aktif dalam proses ini,” tutur Willem van der Muur.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi ILASPP, terutama dalam menjaga momentum pelaksanaan dan realisasi anggaran. Karena itu, ia berharap seluruh proses percepatan dapat segera diselesaikan.

“Untuk menjaga momentum anggaran dan pelaksanaan secara keseluruhan, kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan dan World Bank selalu siap membantu,” pungkasnya. (KB/*)