DONGGALA,netiz.id — Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menargetkan masuk tiga besar mutu pendidikan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2026. Target tersebut dikejar melalui sejumlah program prioritas, mulai dari validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), asesmen guru, hingga digitalisasi layanan pendidikan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menegaskan validitas Dapodik menjadi fokus utama karena data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program pendidikan daerah.
“Penekanannya sangat jelas. Kita ingin validitas Dapodik karena itu satu-satunya data pendidikan untuk menentukan program, seperti revitalisasi sekolah dan kegiatan lainnya,” ujar Ansyar, Selasa (24/03/26).
Selain pembenahan data pendidikan, Disdikpora Donggala juga akan melakukan asesmen terhadap seluruh guru dan kepala sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi tenaga pendidik sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
“Kita akan melakukan asesmen terhadap guru dan kepala sekolah, termasuk yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt) maupun yang masa jabatannya telah berakhir sesuai regulasi,” jelasnya.
Disdikpora juga menyiapkan program pemetaan domisili guru dan kepala sekolah. Program ini bertujuan agar tenaga pendidik dapat ditempatkan lebih dekat dengan lokasi tugas sehingga distribusi guru menjadi lebih efektif.
“Kami sudah menyiapkan tautan pengisian data secara daring. Ini penting untuk memetakan tempat tinggal dan lokasi mengajar agar penataan lebih mudah dilakukan,” kata mantan Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu itu.
Sebagai bagian dari reformasi layanan pendidikan, Disdikpora Donggala juga akan menerapkan digitalisasi layanan kepegawaian. Dengan sistem ini, guru dan kepala sekolah tidak perlu lagi datang langsung ke kantor dinas untuk mengurus administrasi.
Program digitalisasi tersebut direncanakan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026.
Selain itu, Disdikpora juga mendorong peningkatan kompetensi guru melalui komunitas belajar berbasis hybrid, yakni kombinasi kegiatan luring dan daring dengan melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Saat ini, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kabupaten Donggala tercatat meningkat menjadi 63,58 dari sebelumnya 59,56.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Donggala menargetkan peningkatan literasi dan numerasi siswa sebagai kunci utama dalam mendongkrak mutu pendidikan daerah.
“Target kita masuk tiga besar di tingkat provinsi. Karena itu sekolah harus siap meningkatkan literasi dan numerasi siswa,” tegas Ansyar.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang lulus sekolah dasar tanpa memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung.
“Ke depan kita tidak ingin ada lagi anak yang tamat SD tetapi belum bisa membaca dan menghitung,” pungkasnya. (KB/*)





